Breaking News:

Berita Pasuruan

Elegi Guru Honorer Pasuruan, Mengabdi 18 Tahun Gagal Tes PPPK; Ada Guru TK Malah Lolos Jadi Guru SD

"Saya sudah bertahun-tahun mengabdi. Apakah tidak ada kesempatan diberikan pemerintah kepada saya?” ujar Tutut saat ditemui SURYA.

Penulis: Galih Lintartika | Editor: Deddy Humana
surya/galih lintartika
Tutut Farihatus Sholihah merasa kecewa karena tidak lolos PPPK. 

SURYA.CO.ID, PASURUAN - Pendaftaran untuk penerimaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) seperti menjadi harapan baru bagi para guru honorer yang tidak kebagian menjadi PNS. Banyak yang kecewa, tetapi juga lebih banyak yang tidak lolos.

Salah satu pendidik yang tidak lolos dan sangat kecewa karena tidak lolos ujian P3K itu adalah Tutut Farihatus Sholihah. Tutut tidak kuasa menahan rasa sedihnya saat ditemui di SDN Pogar 3 Bangil, sekolah tempatnya mengajar, Rabu (13/10/2021).

Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) ini tidak lolos ujian P3K di Kabupaten Pasuruan. Tutut kecewa karena sekolahnya tempatnya mengajar selama 18 tahun ini tidak membuka formasi P3K tahun ini. Padahal sekolahnya sedang membutuhkan guru PAI.

Ia harus mengikuti formasi di SDN lain. Di sekolah lain, ia dinyatakan tidak lolos karena nilainya kurang. Ia juga heran namanya tidak masuk dalam dapodik.

"Saya sudah bertahun-tahun mengabdi. Apakah tidak ada kesempatan diberikan pemerintah kepada saya?” ujar Tutut saat ditemui SURYA.

Yang membuatnya lebih nelangsa lagi, ia tahu ada seorang pegawai non ASN di Kecamatan Bangil, yang justru lulus tes P3K ini. Yang bersangkutan dinyatakan lulus sebagai guru kelas di SDN 3 Pogar, tempat Tutut mengajar.

"Dia memang tenaga pendidik, tetapi bukan guru SD, melainkan guru TK swasta. Anehnya dia bisa lolos seleksi P3K ini," urainya.

Padahal, kata Tutut, persyaratannya untuk guru P3K SD itu minimal dua tahun menjadi guru SD di sekolah negeri untuk formasi negeri. Ia merasa ada yang janggal. Bahkan, rasa heran juga dirasakannya sesama guru lain di SD inj.

"Ia memang operator di sini, terus keluar menjadi staf kecamatan. Dan anehnya tiba-tiba lulus menjadi guru dalam seleksi P3K. Dapodiknya bagaimana?” lanjutnya.

Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan Dispendik Kabupaten Pasuruan, Imam Supi’i menguraikan, penentuan kelulusan semuanya adalah kewenangan pusat. Pihak Dispendik Kabupaten Pasuruan, hanya kebagian tempat dan pendampingan. “Kewenangannya ada dipusat,” kata Imam.

Imam menjelaskan, pihaknya sudah menyerahkan semua formasi yang ada ke pemerintah pusat. Namun tidak semua formasi itu disetujui. Salah satunya, guru PAI di SDN Pogar 3 yang ternyata tidak ada.

Berkaitan dengan MF, sebenarnya ia juga merupakan guru di TK dan memiliki dapodik. Sehingga ia bisa melakukan pendaftaran untuk mengikuti seleksi. “Selama punya dapodik, bisa mengikuti ujian tersebut,” tandasnya. ****

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved