Breaking News:

Berita Bangkalan

DLH Bangkalan Optimalkan TPS 3R, Agar Volume Sampah 60 Ton Sehari Bisa Berkurang 70 Persen

Ia berharap, kolaborasi antara masyarakat dan Pemkab Bangkalan terkait penanggulangan sampah bisa lebih intensif.

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Deddy Humana
surya/ahmad faisol
Bupati Bangkalan, R Abdul Latif Amin Imron didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bangkalan, Anang Yulianto meninjau TPS 3R Asri Jaya Kelurahan Pangeran, Rabu (13/10/2021). 

SURYA.CO.ID, BANGKALAN – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bangkalan terus mengoptimalkan Tempat Pengolahan Sampah (TPS) dengan sistem Reduce, Reuse, dan Recycle (3R). Itu dilakukan untuk mengurangi volume sampah yang dikirim ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Hal itu disampaikan Kepala DLH Bangkalan, Anang Yulianto usai menerima kunjungan Bupati Bangkalan, R Abdul Latif Amin Imron (Ra Latif) di TPS 3R Asri Jaya Kelurahan Pangeran, Rabu (13/10/2021).

“Di kota, kami sudah memiliki lima unit TPS 3R. Kami akan mengoptimalkan setiap unitnya untuk mengurangi pengiriman sampah rumah tangga dan rumah makan ke TPA,” ungkap Anang kepada SURYA.

Lima unit TPS 3R itu tersebar di Kelurahan Pangeranan, Pejagan, Tunjung, Mlajah dan Kelurahan Kemayoran. Masing-masing TPS 3R mampu menampung 5 ton sampah rumah tangga dan rumah makan.

“Produksi harian sampah rumah tangga dan rumah makan mencapai 60 ton per hari. Kami berupaya setiap TPS 3R mampu mereduksi sampah hingga 70 persen. Sehingga akhirnya hanya 30 persen residu sampah yang dikirim ke TPA,” jelas Anang.

Sekedar diketahui, teknologi TPS 3R merupakan sistem pengolahan sampah dengan inovasi teknologi mesin pencacah sampah dan pengayak kompos yang lebih efektif dan efisien. Hasil pengolahan sampah organik berupa kompos digunakan untuk pupuk tanaman hias dan herbal yang ditanam di lahan sekitar TPS untuk dijual.

“Dengan produksi harian 60 ton sampah rumah tangga dan rumah makan, idealnya kami membutuhkan sedikitnya 10 unit TPS 3R. Namun kami sudah terbantu dengan satu unit TPST 3R mandiri yang ada di Ponpes Nurul Kholil,” pungkas mantan Camat Arosbaya itu.

Sementara itu, penasehat Sampah TPS 3R Kelurahan Pangeranan, Fahrillah menyatakan, pola kerja TPS 3R adalah menjemput sampah ke rumah-rumah. Hingga saat ini sudah terdata sejumlah 500 KK di Perumahan Pangeranan.

“Untuk sementara kami fokus dulu ke perumahan (Pangeranan) meski ada beberapa anggota kami dari luar perumahan. Sekitar 95 persen produksi sampah rumah tangga berasal dari warga perumahan,” kata Fahri.

Ia berharap, kolaborasi antara masyarakat dan Pemkab Bangkalan terkait penanggulangan sampah bisa lebih intensif. Mengingat permasalahan sampah bukan hanya tanggung jawab pemda semata, namun juga ada peran aktif dari masyarakat.

“Regulasinya begitu, seperti dalam Undang-undang Nomor 18 Tahun 2009 tentang Pengelolaan Sampah. Pada prakteknya, semua harus terlibat dan saling menyadarkan bahwa pengelolaan sampah adalah tanggung jawab bersama,” pungkasnya. ****

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved