Breaking News:

Berita Lamongan

Dites Urine Acak, Prajurit Kodim 0812 Lamongan Juga Harus tahu Obat dan Tanaman Kategori Narkotika

Selain tes urine dadakan, juga dilakukan penyuluhan sebagai salah satu cara yang tepat untuk mengedukasi bahaya narkoba kepada prajurit

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Deddy Humana
surya/hanif manshuri
Pengambilan sample tes urine secara acak bagi anggota Kodim 0812 Lamongan, Rabu (13/10/2021). 

SURYA.CO.ID, LAMONGAN - Kodim 0812 Lamongan Jawa Timur melaksanakan tes urine dalam rangkaian kegiatan sosialisasi Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).

Sebanyak 25 prajurit menjalani tes urine yang dilakukan secara acak dan spontanitas. "Peredaran narkoba tidak pandang bulu, dan tidak memandang usia. Narkoba harus menjadi musuh kita bersama," tegas Kasdim 0812 Lamongan, Mayor Arh GN Putu Ardana, Rabu (13/10/2021).

Disampaikan Putu, narkoba harus dihindari, apalagi oleh prajurit TNI. Karena narkoba tidak saja merusak generasi bangsa, tetapi juga mengganggu kesehatan, moral dan menjadi salah satu penyebab tindak kriminalitas. "Aparat TNI khususnya anggota Kodim 0812 Lamongan harus menjauhi ini," ia menambahkan.

Jika ada anggota TNI yang terlibat peredaran narkoba atau terbukti positif menggunakannya, maka akan diproses sesuai prosedur yang berlaku dan terancam dipecat melalui Peradilan Militer.

Sementara pemeriksaan tes urine ditangani petugas kesehatan dan melibatkan Satreskoba Polres Lamongan. Dari hasil pemeriksaan terhadap puluhan anggota secara acak, dipastikan semuanya negatif.

Selain tes urine dadakan, juga dilakukan penyuluhan sebagai salah satu cara yang tepat untuk mengedukasi bahaya narkoba kepada prajurit. Karena prajurit TNI wajib tahu apa saja jenis obat dan tanaman yang tergolong dalam narkotika.

"Tes urine dan penyuluhan atau sosialisasi ini merupakan program dari komando atas yang harus kami laksanakan agar selalu tertanam dalam ingatan setiap prajurit untuk menjauhi narkoba," ungkap Putu.

Personel Kodim 0812 Lamongan dan jajaran justru harus menjadi pelopor dalam upaya pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di masyarakat.

Menurutnya, keberadaan narkoba sudah menjadi ancaman. Bahkan pemerintah, kata Kasdim, telah menetapkan jika Indonesia masuk kondisi darurat narkoba. Ia mengimbau para prajurit agar tidak bermain-main dengan barang haram tersebut. "Jika ditemukan, maka hukuman tegas adalah dipecat dengan tidak hormat," pungkasnya. ***

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved