Breaking News:

Cigna Medical Pro, Solusi Pembayaran Perawatan Kesehatan Nontunai saat Pandemi

Cigna terus berinovasi menghadirkan produk yang beragam salah satu diantaranya produk asuransi kesehatan Cigna Medical Pro.

Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Rudy Hartono
Cigna Medical Pro, Solusi Pembayaran Perawatan Kesehatan Nontunai saat Pandemi
cigna Indonesia
Direktur Distribusi Cigna Indonesia Dini Maharani (tengah) memaparkan produk terbaru Asuransi Cigna yakni Cigna Medical Pro (CMP) di Jakarta, Rabu (13/10/2021). Produk CMP ini memungkinkan konsumen melakukan pembayaran cashless buat rawat inap dan bayar, di lebih dari 1000 rumah sakit di Indonesia.

SURYA.co.id - Proteksi terhadap kesehatan keluarga merupakan salah satu kebutuhan masyarakat yang cukup menonjol dalam dua tahun terakhir saat pandemi Covid-19. Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) dan Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) menyebut masyarakat juga makin selektif di dalam memilih produk asuransi, baik kemanfaatannya serta kemudahannya.

Sejalan dengan itu, Cigna Indonesia menawarkan solusi proteksi kesehatan keluarga yang dapat menjawab kebutuhan masyarakat tersebut. President Director & CEO Cigna Indonesia Phil Reynolds di Jakarta, Rabu (13/10/2021) mengatakan Cigna terus berinovasi menghadirkan produk yang beragam dan sesuai kebutuhan konsumen. Salah satu diantaranya produk asuransi kesehatan Cigna Medical Pro (CMP). Produk ini memenuhi kebutuhan konsumen dengan cara pembayaran nontunai (cashless).

Lebih rinci Direktur Distribusi Cigna Indonesia, Dini Maharani mengatakan, CMP ini  menjelaskan produk kesehatan ini memungkinkan konsumen dapat memilih manfaat penggantian biaya perawatan menurut kebutuhannya, dengan pembayaran cashless sesuai tagihan dari rumah sakit.

Selain penggantian biaya rawat inap, nasabah juga bisa memilih asuransi tambahan seperti rawat jalan, rawat gigi, persalinan yang berlaku untuk usia 18-45 tahun, dan penyakit kritis sesuai kebutuhannya. “Dengan produk CMP, nasabah juga bisa mendapatkan layanan gratis kesehatan tak terbatas dari dokter umum melalui aplikasi Good Doctor selama 24 jam dan enam kali akses gratis untuk melakukan pembelian obat pada platform Good Doctor per tahun polis tanpa dikenakan biaya tambahan,” kata Dini Maharani.

Ia menjelaskan, biaya rawat inap di rumah sakit juga berlaku jika nasabah terkena Covid-19. Tagihan biaya rumah sakit ditanggung selama 365 hari dalam setahun hingga jumlah maksimum sesuai batas manfaat tahunan nasabah. Bahkan, jika nasabah meninggal dunia akibat Covid-19, Cigna akan membayarkan santunan duka sesuai dengan plan yang dipilih oleh nasabah. “Produk ini juga bisa mengakomodasi lima anggota keluarga inti sebagai tertanggung dalam satu polis. Fasilitas lain yang tersedia adalah kemudahan akses ke jaringan hampir 1.000 rumah sakit seluruh Indonesia dengan pembayaran cashless,” tandasnya.

Sangat menguntungkan

Untuk memiliki produk CMP ini, nasabah dapat membuka polis untuk anak-anak berusia dini dari enam bulan hingga berusia 70 tahun. Ada pun premi produk CMP ini dimulai dari Rp 279.000 -an per bulan dan ada diskon premi 5 persen untuk pasangan dan/atau anak nasabah.

Mengenai besaran premi, ia memberi ilustrasi, jika nasabah mengambil produk CMP pada usia 24 tahun misalnya maka premi yang dibayar sebesar Rp 1.392.587 per bulan dengan manfaat khusus kamar rawat inap sebesar Rp 1.250.000 per hari. Sedangkan, jika nasabah mengambil produk ini pada usia 35 tahun maka premi yang dibayar adalah Rp 3.361.063 per bulan dengan manfaat khusus kamar rawat inap sebesar Rp 3 juta per hari. Sejauh ini, tuturnya, produk CMP sudah terjual lebih dari 200 persen dari target perusahaan. Sedangkan, pemasaran produk CMP ini Cigna memanfaatkan channel distribusi Agency yang berjumlah 350 orang dan tersebar di Jakarta, Surabaya, Denpasar, dan Medan.

Dukung pemerintah

Pembayaran cashless pada produk CMP merupakan bagian adaptasi Cigna Indonesia terhadap tren digitalisasi saat ini serta bentuk dukungan Cigna Indonesia  pada program pemerintah di saat pandemi Covid-19. Data Bank Indonesia menunjukkan transaksi uang elektronik atau nontunai terus meningkat tiap tahunnya. Pada tahun 2019 transaksi nontunai tercatat sebesar Rp 145,16 triliun. Pada

tahun 2020 naik menjadi Rp 204,9 triliun dan pada Januari - Agustus 2021 transaksi uang elektronik sudah mencapai Rp 182,16 triliun.

Berdasarkan data AAJI pada kuartal I 2021 jumlah polis asuransi jiwa meningkat sebesar 1,8 persen atau sebanyak 17,78 juta year on year (yoy). Sedangkan, polis perorangan tumbuh 2,7 perse yoy menjadi 17,24 juta.

Sedangkan, data AAUI menunjukkan pada kuartal I 2021, premi asuransi kesehatan bertumbuh 5,7 persen year-on-year (yoy) menjadi Rp 2,77 triliun atau naik dibanding periode yang sama tahun lalu yakni Rp 2,62 triliun. Di sisi lain, data Kementerian Kesehatan menunjukkan, total pengeluaran biaya berobat atau kunjungan medis warga negara Indonesia ke luar negeri mencapai Rp 161 triliun per tahun di mana 80 persen di antaranya dengan tujuan negara Malaysia.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved