Breaking News:

4,3 Juta Pekerja di AS Pilih Resign Daripada Kembali Kerja di Kantor, Tuntutan Lain Minta Gaji Naik

Sekitar 4,3 juta pekerja di Amerika Serikat (AS) memilih resign atau berhenti bekerja daripada harus kembali kerja di kantor alias WFO.

Editor: Iksan Fauzi
Riccardo_Mojana
Ilustrasi berhenti dari pekerjaan atau resign. 

SURYA.co.id | JAKARTA - Sekitar 4,3 juta pekerja di Amerika Serikat (AS) memilih berhenti bekerja daripada harus kembali kerja di kantor atau work from office (WFO).

Kondisi itu membuat perusahaan yan ditinggalkan para pekerjanya pontang panting cari pengganti karyawan yang keluar.

Rupanya, para pekerja yang memilih berhenti itu menuntut adanya fleksibilitas pekerjaan, tak harus bekerja di kantor. Selain itu, ada yang menuntut kenaikan aji.

Menurut laporan Job Openings and Labor Turnover Survey (JOLTS) mengungkapkan, AS mencatat rekor terbaru jutaan pekerja memilih berhenti kerja pada Agustus 2021.

Tingkat berhenti kerja pada Agustus 2021 juga menandai tingkat berhenti tertinggi sejak 2000, saat laporan pertama kali dirilis.

Mengutip CNN, Rabu (13/10/2021), jumlah pekerja yang berhenti naik sekitar 242.000 orang dibanding bulan Juli.

Sebabnya, banyak pekerja yang menuntut gaji lebih tinggi, kondisi kerja yang lebih baik, dan pengaturan kerja yang lebih fleksibel.

Jumlah orang yang berhenti kerja ini meningkat di bidang akomodasi dan layanan makanan, perdagangan grosir, serta pendidikan negara bagian dan lokal.

"Jika Anda tidak senang dengan pekerjaan Anda atau menginginkan kenaikan gaji, di lingkungan saat ini cukup mudah untuk mencari pekerjaan baru. Kami melihat orang-orang memilih itu," kata Kepala Ekonom PNC, Gus Faucher.

Karena banyak karyawan berhenti, perusahaan akhirnya pontang-panting mencari kandidat baru.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved