Breaking News:

Berita Gresik

Sedianya untuk Uruk Jalan Desa, Tanah Kerukan Proyek Normalisasi Waduk di Gresik Malah Dijual Murah

Dari informasi yang dihimpun masyarakat, proyek normalisasi waduk di Desa Jogodalu itu sudah berlangsung selama dua pekan.

Penulis: Sugiyono | Editor: Deddy Humana
surya/mochamad sugiyono
Alat berat sedang menormalisasi waduk Desa Jogodalu, Kecamatan Benjeng Gresik. Diduga, hasil pengerukan tanahnya diperjualbelikan ke warga, Selasa (12/10/2021). 

SURYA.CO.ID, GRESIK - Proyek normalisasi waduk di Desa Jogodalu, Kecamatan Benjeng Gresik diduga tanah hasil pengerukan diperjualbelikan kepada warga, Selasa (12/10/2021). Padahal, proyek normalisasi tersebut telah dianggarkan Pemkab Gresik senilai Rp 166 juta.

Dari informasi yang dihimpun masyarakat, proyek normalisasi waduk di Desa Jogodalu itu sudah berlangsung selama dua pekan. Normalisasi dilakukan untuk pengerukan tanah waduk yang dangkal. Kemudian, tanahnya digunakan untuk pengurukan lapangan desa dan jalan menuju masjid.

"Ada juga, warga yang membeli tanah tersebut senilai Rp 100.000 beserta pemerataannya," kata warga yang enggan menyebutkan namanya.

Dengan harga tanah urukan Rp 100.000 per truk, warga menilainya sangat murah, sebab jika mendatangkan tanah urukan dari luar desa, biayanya bisa sangat mahal.

"Saya dulu membeli satu dump truk, harganya bisa Rp 300.000 bahkan lebih. Sedangkan yang ini, lokasi tanahnya dekat, jadi hanya dihargai Rp 100.000 per truk," katanya.

Padahal, di papan nama proyek tertulis bahwa anggaran proyek normalisasi waduk Jogodalu itu senilai Rp 166 juta.

Kepala Desa (Kades) Jogodalu, Juwaiminingsih saat dihubungi melalui telepon selulernya terkait jual beli tanah itu tidak mengangkat, padahal terdengar nada sambung. Dan saat ditanya melalui pesan singkat, juga tidak membalas.

Terpisah Kepala Bidang Bina Marga Gresik, Achmad Hadi mengatakan, proyek normalisasi itu menjadi tugas dari bidang sumber daya air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Gresik. "Itu salah cetak di papan proyeknya, yang benar proyek di bawah naungan bidang sumber daya air (SDA) PUTR," kata Hadi. ****

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved