Breaking News:

Berita Mojokerto

Satpol PP Kota Mojokerto Akan Tutup Paksa Tempat Hiburan Malam Jika Kedapatan Melanggar

Sanksi terberat bagi tempat hiburan malam karaoke di Kota Mojokerto yang terbukti melanggar akan dilakukan penutupan permanen.

Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Mohammad Romadoni
Petugas Satpol PP saat melakukan penyegelan di Kota Mojokerto. 

SURYA.CO.ID, MOJOKERTO - Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Mojokerto bakal menutup paksa tempat hiburan malam karaoke jika kedapatan melanggar peraturan daerah terkait penanganan pandemi Covid-19.

Ini menyusul surat edaran Satgas Covid-19 Kota Mojokerto yang memperbolehkan delapan tempat hiburan malam kembali beroperasi dengan syarat menerapkan protokol kesehatan (Prokes) secara ketat, sekaligus melengkapi dengan QR Code aplikasi PeduliLindungi.

Tak main-main, sanksi bagi pelanggar tempat hiburan malam karaoke yang terbukti melanggar akan dilakukan penutupan sementara satu bulan. Bahkan hukuman terberat hingga penutupan permanen.

Kasatpol PP Kota Mojokerto, Dodik Heryana Murtono mengatakan, sejumlah tempat hiburan malam sudah kembali beroperasi dengan prokes ketat dan penggunaan QR Code PeduliLindungi. Operasional tempat hiburan malam juga dibatasi selama 9 jam, mulai pukul 12.00 WIB hingga 21.00 WIB.

"Kapasitasnya dibatasi 20 persen itu telah sesuai surat edaran Satgas Covid-19 Kota yang baru," jelasnya, Selasa (12/10/2021).

Menurut dia, sebelumnya Disparpora Kota Mojokerto melakukan pengecekan terkait kelengkapan QR code Aplikasi PeduliLindungi di sejumlah tempat hiburan malam tersebut. Nantinya, tim gabungan Satgas Covid-19 akan melakukan pengawasan secara masif terhadap penerapan prokes di tempat hiburan malam tersebut.

"Pemantauan gabungan tidak hanya Satpol PP saja, melainkan TNI/POLRI juga, karena mereka bagian dari Satgas Covid-19," jelasnya.

Dodik menegaskan, pihaknya akan memberi sanksi tegas terhadap pengelola tempat hiburan malam karaoke yang terbukti melanggar.

"Sanksi pertama jika melanggar kami tutup satu bulan, jika masih melanggar maka kita tutup selama dua bulan dan terakhir jika masih melanggar kami akan tutup total," tegas Dodik.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved