Breaking News:

Ratusan Peternak Ayam Asal Jatim Minta PT CPI Subsidi Harga Pakan dan Beli Telur

Para peternak ayam petelur yang mayoritas dari Jatim saat mendatangi PT CPI di Pademangan, Jakarta, Senin (11/10/2021).

Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Parmin
Foto: pcpi
Para peternak ayam petelur yang mayoritas dari Jatim saat mendatangi PT CPI di Pademangan, Jakarta, Senin (11/10/2021).  

SURYA.co.id | SURABAYA - Ratusan peternak layer tergabung dalam Paguyuban Peternak Rakyat Nusantara, menggelar aksi damai di kantor Pusat PT Charoen Pokphand Indonesia (CPI) Pademangan, Jakarta Utara, Senin (11/10/2021).

Kedatangan ratusan peternak yang mayoritas berasal dari Jawa Timur ini disambut baik oleh direksi dan manajemen perusahaan.

Para peternak menyampaikan kondisi harga telur yang tidak kunjung membaik.

Peternak layer juga mengeluhkan tingginya harga jagung dan rendahnya harga telur di tingkat peternak.

Harga jagung yang tinggi membuat peternak layer harus mengeluarkan ongkos besar untuk produksi.

Sebab, para peternak layer, sebagian besar merupakan peternak selfmix yang membutuhkan jagung sebagai bahan campuran pakan lebih besar dibandingkan peternak ayam pedaging.

Sebenarnya PT CPI, sebagai salah satu perusahaan di industri perunggasan juga merasakan dampak dari tingginya harga jagung, karena 50 persen bahan baku pakan adalah jagung.

Kholil, salah satu peternak dari Blitar menginginkan harga telur tidak turun terus-terusan.

"Kami berharap harga telur ini bisa segera stabil dan berharap adanya solusi yang terbaik untuk permasalahan ini," kata Kholil.

Kejadian yang sama pernah terjadi pada 2017, di mana peternak layer merasakan jatuhnya harga telur di pasaran sampai Rp 13.800/kg. 

Selanjutnya, PT CPI memberikan solusi untuk menurunkan harga pakan komplit dan konsentrat serta membeli 20 ton telur dari peternak Blitar dengan harga Rp 1.700/kg lebih tinggi dari pasaran. 

Agoes Haryoko, General Manager Marketing PT CPI, menyampaikan beberapa solusi yang telah dilakukan dan akan dilakukan untuk membantu para peternak.

"Salah satunya, kami akan membeli telur langsung dari peternak di Jawa Timur dan Jawa Tengah, dengan harga Rp 2.000/kg di atas harga pasar di kandang peternak dan akan melanjutkan pemberian subsidi pakan Rp 100/kg, seperti yang sudah dilakukan," jelas Agoes.

PT CPI berharap solusi ini memberi dampak nyata dan bisa dirasakan oleh para peternak, walaupun tidak sebanyak yang diharapkan.

"Harapannya dengan ini bisa terjalin hubungan yang baik dengan para peternak yang merupakan mitra kerja PT CPI, untuk melewati bersama - sama masa krisis ini," tandas Agoes.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved