Breaking News:

Berita Lumajang

Jaga Fenomena Kerang Simping, Pemkab Lumajang Larang Nelayan Tangkap Ikan Pakai Pukat Harimau

Beberapa hari ini di laut selatan Lumajang, terutama Pantai Dampar dan Watu Pecak muncul fenomena melimpahnya kerang simping.

Penulis: Tony Hermawan | Editor: Parmin
surya.co.id/tony hermawan
Anak-anak nelayan memburu kerang simpang di sekitaran Pantai Watu Pecak, Selasa (12/10/2012). 

SURYA.CO.ID, LUMAJANG - Beberapa hari terakhir di laut selatan Lumajang, terutama Pantai Dampar dan Watu Pecak muncul fenomena melimpahnya kerang simping.

Hal ini membuat petani di sekitar tak perlu repot-repot mencari ikan menggunakan perahu ke tengah laut. Mereka hanya cukup menangkap kerang simping menggunakan sebilah sabit di bibir pantai. 

Plt Kasi Kenelayanan Dinas Perikanan Lumajang, Fransiska Dwi Susanti menyebut, banyaknya kerang di areal pantai selatan Lumajang merupakan pertanda bahwa terumbu karang tumbuh sehat di tengah laut.

"Di seluruh pantai itu sebenarnya ada. Cuma memang dilihat karakteristik terumbu karangnya.

Nah di pantai selatan ini banyak karena terumbu di sana (tengah laut) tumbuh baik. Lalu kerang ini muncul di pinggir-pinggir di batu-batu karena ombaknya tidak terlalu besar," katanya.

Selain itu, kata Fransiska, kerang simping merupakan hasil laut yang cukup potensial. Setiap kali panen, nelayan bisa mendapat tangkapan 20-30 kilogram.

"Tahun kemarin saja dalam 1 musim nelayan bisa berhasil menangkap 2-3 ton kerang simping," ujarnya.

Tidak hanya diburu nelayan lokal, kerang simping juga termasuk hasil laut favorit pecinta kuliner seafood. Sayangnya, keberadaan kerang simping tidak selalu ada.

Nelayan jarang menjual kerang simping. Kecuali, jika hasil tangkapan terlalu melimpah.

"Kalau pesanan dari luar terutama perusahaan ekspor itu banyak yang cari. Tapi kami tidak bisa menjadikan produk unggulan karena munculnya hanya musiman, itu pun kadang habis di pasar lokal," terangnya.

Sementara itu, untuk menjaga fenomena kemunculan kerang simping terjaga setiap tahun, Fransiska mengimbau kepada para nelayan agar menangkap ikan dengan cara tetap memperhatikan ekosistem laut.

Nelayan dilarang menangkap ikan menggunakan bom maupun pukat harimau

"Kalau karang terjaga Insya Allah kerang simping ini setiap pergantian musim selalu ada," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved