Berita Kampus Surabaya

Dua Mahasiswa UWK Surabaya Sumbang 2 Emas untuk Kontingen Jatim di PON XX PAPUA

Dua mahasiswa Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS) menyumbang dua medali emas untuk kontingen Jatim di ajang PON XX Papua.

Penulis: Zainal Arif | Editor: Parmin
surya.co.id/zainal arif
Penyambutan dua mahasiswa UWKS Raffiuddin Helmi dan Ananda Rigi Aditya di Halaman Kampus, Selasa (12/10/2021). 

SURYA.co.id | Surabaya - Dua mahasiswa Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS) menyumbang dua medali emas untuk kontingen Jatim di ajang PON XX Papua.

Dua mahsiswa atas nama Raffiuddin Helmi dan Ananda Rigi Aditya tersebut menyumbang medali emas masing-masing dari cabang olahraga motorkros dan sepatu roda.

Atas prestasi ini UWKS menggelar upacara penyambutan kedatangan mereka, Selasa (12/10/20231).

Raffiuddin Helmi, Mahasiswa Fakultas Pertanian yang turun dalam Cabang Olah Raga Sepatu Roda.

Sedangkan Ananda Rigi Aditya, mahasiswa Fakultas Kedokteran yang turun dalam Cabang Olahraga Motokros.

Mereka disambut langsung oleh Rektor UWKS, Widodo Ario Kentjono yang kemudian dilanjutkan dengan syukuran tumpeng sebagai bentuk rasa syukur atas keberhasilan mahasiswa UWKS di Kampus UWKS Surabaya, Selasa (12/10/2021).

"Sebagai wujud apresiasi prestasi mahasiswa kali ini, kami memberikan beasiswa bebas SPP selama 18 bulan," terangnya.

Selain itu, dua mahasiswa ini diharapkan dapat menjadi inspirator mahasiswa lainnya dalam meraih prestasi.

Diakhir kegiatan, Rektor UWKS berkomitmen akan terus melakukan pembinaan kepada para mahasiswa secara akademik dan non-akademik untuk mengembangkan soft skill.

"Dengan dibimbing oleh para profesional saya berharap mahasiswa yang lain dapat mengikuti jejak Raffiuddin Helmi dan Ananda Rigid," ungkapnya.

Raffiuddin Helmi mengucapkan terimakasih kepada pihak kampus yang sudah memberi dirinya reward berupa beasiswa sebagai bentuk apresiasi.

"Beasiswa ini tentu semakin memompa semangat saya untuk belajar disini," ujarnya.

Ia mengaku mengalami banyak penyesuaian mulai dari makanan, fasilitas tempat tinggal hingga fasilitas arena sepatu roda.

"Fasilitas disana standardnya sudah internasional berbeda dengan di sini, sehingga saya perlu adaptasi," ujarnya.

Begitu juga dengan Ananda Rigi Aditya yang juga bersyukur mendapatkan beasiswa senilai 90 juta rupiah.

"Disana musuh terberat saya datang dari DKI Jakarta, Papua, Jawa Barat. Namun alhamdulillah saya berhasil menyumbangkan emas untuk Jawa Timur di PON pertama saya," pungkasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved