Breaking News:

Berita Pamekasan

Desak Sungai Dibersihkan, Aktivis SWP Juga Didesak Ajak Warga Pamekasan Tidak Buang Sampah di Sungai

Desakan aktivis yang bergerak di bidang lingkungan itu adalah, agar pemkab mengantisipasi terjadinya banjir saat musim hujan.

Penulis: Muchsin | Editor: Deddy Humana
surya/muchsin
Ketua Sungai Watch Pamekasan, Mohammad Jatim menyerahkan bibit pohon kepada Ketua Komisi III DPRD Pamekasan, Ismail. 

SURYA.CO.ID, PAMEKASAN – Sejumlah pemuda yang tergabung dalam Sungai Watch Pamekasan (SWP) mendatangi DPRD Pamekasan. Mereka mendesak Pemkab Pamekasan melakukan pembesihan sampah dan pengerukan sungai yang membentang di tengah kota, Selasa (12/10/2021).

Desakan aktivis yang bergerak di bidang lingkungan itu adalah, agar pemkab mengantisipasi terjadinya banjir yang kerap melanda kota saat musim hujan.

Selama ini, salah satu penyebab banjir di Pamekasan lantaran air sungai meluap, karena dangkalnya sungai dan menumpuknya sampah rumah tangga yang dibuang warga.

Kedatangan aktivis itu diterima di ruang sidang utama DPRD Pamekasan, ditemui Ketua Komisi III, Ismail bersama Wakil Ketua, Maskur Rasid dan Sekretaris Komisi III, Rida’i.

Kemudian Ketua Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda), Taufikurrahman, Plt Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Muharram dan perwakilan dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengairan Jawa Timur.

Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar 1,5 jam itu, Mohammad Jatim selaku Ketua SWP mengatakan, desakan itu disampaikan setelah pihaknya merima keluhan dari warga mengenai kotornya aliran sungai. Baik akibat sampah rumah tangga yang dibuang sembarangan, juga benda-benda lain yang hanyut dan menyangkut di sisi sungai.

“Kami menyadari, kotornya sungai ini karena kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan, termasuk kebersihan sungai, masih rendah. Sehingga kami bersama teman-teman datang untuk mengetuk hati wakil rakyat dan instansi yang berhubungan dengan penanganan sungai, termasuk kebersihannya, bagaimana ke depan sungai itu bersih,” kata Jatim.

Menurut Jatim, demi menjaga kebersihan sungai, bukan sekadar dibersihkan dari segala kotoran. Melainkan juga dilakukan pengerukan dan penanaman pohon di pinggir sungai, agar ketahanan tepi sungai kuat.

Dan juga, peran pemerintah harus lebih opimal lagi dalam memberikan penyadaran kepada masyarakat agar tidak membuang sampah ke sungai.

“Peran serta warga dalam menjaga kebersihan lingkungan perlu dilakukan sebagai kebiasaan. Sehingga sungai di kota ini bisa menjadi contoh dalam pengelolaan lingkungan di Pamekasan,” tambah Jatim.

Ketua Komisi III, Ismail mengapresiasi aspirasi yang menghendaki keberadaan sungai yang melintas di kota itu bersih dan asri. “Sebenarnya, tiga sungai yang melintas di tengah kota ini, merupakan kewenangan wilayah Jawa Timur. Namun, fokus wilayah Pamekasan kita dukung untuk pembersihan dan edukasi masyarakat jangan sampai membuang sampah di sungai,” ungkap Ismail.

Plt Kepala DLH Pamekasan, Muharram mengatakan terima kasih atas saran dan masukan SWP yang menghendaki aliran sungai di kota bersih dari segala kotoran dan asri.

Untuk kebersihan sungai ini, pihaknya sudah mempersiapkan beberapa langkah. Di antaranya membersihkan aliran sungai, sehingga diharapkan jika musim hujan datang, banjir akibat luapan air sungai bisa dikendalikan.

“Nah ini, kami juga mohon bantuan teman-teman aktivis agar memberikan pemahaman kepada masyarakat. Kebiasaan membuang sampah di sungai itu yang selama ini dilakukan, hendaknya dihentikan,” papar Muharram.

Namun ketika pertemuan berakhir, sebagai tanda peduli terhadap pelestarian lingkungan, para aktivis menyerahkan bibit pohon kelapa hibrida dan bibit pohon bidara jenis futsa, kepada dewan, Plt DLH, dan kepada Ketua Bappeda Pamekasan. ****

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved