Breaking News:

Berita Magetan

Berkaca Wabah Influenza, Bupati Magetan Yakin Masyarakat Bisa Hidup Berdampingan dengan Covid-19

"Kami meyakini, Covid-19 akan hidup berdampingan dengan kita," kata Magetan Suprawoto saat HUT Kabupaten Magetan ke-346.

Penulis: Doni Prasetyo | Editor: Deddy Humana
surya/doni prasetyo
Bupati Magetan Suprawoto memberi sambutan saat HUT Kabupaten Magetan ke-346, di pendopo Surya Graha, Selasa (12/10/2021). 

SURYA.CO.ID, MAGETAN - Ada paparan menarik yang disampaikan Bupati Magetan, Suprawoto saat memberi sambutan kegiatan HUT Kabupaten Magetan ke-346 di pendopo Surya Graha, Kabupaten Magetan, Selasa (12/10). Suprawoto mengajak masyarakat berefleksi saat pandemi Covid-19 masih terjadi, sebagai cara agar bersiap hidup berdampingan denga virus tersebut kelak.

Suprawoto menyampaikan itu bukan tanpa alasan, karena berkaca pada mewabahnya virus serupa beberapa periode silam. Meski merenggut banyak jiwa, namun sekarang semua orang sudah beradaptasi dengan virus kuno itu.

"Kami meyakini, Covid-19 akan hidup berdampingan dengan kita," kata Magetan Suprawoto saat konferensi pers HUT Kabupaten Magetan ke-346.

Menurut Suprawoto, Kabupaten Magetan sudah masuk PPKM level 1 sesuai evaluasi dari Kemenkes RI, tetapi berada di level 3 karena capaian vaksinasi belum memenuhi target. Sehingga pandemi Covid-19 khususnya di Kabupaten Magetan, juga belum surut. Hanya, situasi ini bisa menjadi kesempatan berkaca.

Suprawoto menuturkan, pada masa silam juga ada pandemi virus influenza, dulunya juga sangat mematikan. Bahkan saat itu virus influenza ini menghabisi 4 juta lebih penduduk Jawa dan Madura.

"Itu belum penduduk negara lainnya. Baru di Jawa dan Madura sekitar 4-5 juta orang meninggal akibat influenza ini. Sekarang virus itu sudah bisa berdampingan dengan manusia," kata Suprawoto.

Jawa dan Madura, lanjutnya, menjadi episentrum wabah kala itu. Peneliti sejarah wabah dari Universitas Indonesia pernah turut merasakan dampak pandemi yang dinamakan flu Spanyol ini. "Sejarah ini bisa menjadi pembelajaran bagi pemerintah menghadapi virus Corona saat ini," ujar Suprawoto.

Diungkapkan Suprawoto, Covid-19 akan hidup berdampingan dengan manusia, tetapi perekonomian tidak boleh terpuruk lebih dalam akibat pandemi ini. "Upaya kita adalah dengan isolasi (PPKM) mikro, sehingga pertumbuhan ekonomi di Magetan sampai minus satu. Jadi ke depan kita melindungi masyarakat dengan vaksinasi," ujar Suprawoto.

Suprawoto menilai bahwa kesadaran warga Kabupaten Magetan untuk divaksin cukup tinggi. Bahkan warga lanjut usia (lansia) pun yang meminta sendiri untuk divaksin. "Dan harapan hidup warga Kabupaten Magetan cukup tinggi. Meski sekitar 80 persen korban Covid 19 di Kabupaten Magetan, adalah lansia," tandasnya. ****

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved