Breaking News:

Berita Blitar

Banyak yang Berhenti Produksi Akibat Pandemi Covid-19, Ini Harapan Perajin Kendang Jimbe Kota Blitar

Banyak perajin kendang jimbe di Kelurahan Sentul yang berhenti produksi setelah dihantam badai pandemi Covid-19.

Penulis: Samsul Hadi | Editor: Titis Jati Permata
surya.co.id/samsul hadi
Seorang pekerja sedang memberi motif warna pada kendang jimbe di rumah Sigit Widodo, Kelurahan Sentul, Kota Blitar, Selasa (12/10/2021). 

Tiap pekan, Wondo, rata-rata memproduksi 600 kendang jimbe untuk dikirim ke Cina.

Dia sudah memiliki pengepul yang mengekspor produksi kendang jimbenya ke Cina.

"Produksi saya tidak banyak, rata-rata 600 kendang per minggu," ujar pria yang menekuni kerajinan kendang jimbe sejak 2003 itu.

Wondo mengatakan, pasar kendang jimbe paling besar di Cina.

Baca juga: 5.000 Dosis Disiapkan untuk Vaksinasi Covid-19 Massal di Kabupaten Tulungagung

Para perajin rata-rata memproduksi kendang jimbe untuk melayani pesanan dari Cina.

Ketika terjadi pandemi yang berawal dari Cina, otomatis permintaan kendang jimbe ikut berhenti karena ada pembatasan ekspor.

"Begitu ekspor dibuka lagi, permintaan kendang jimbe dari Cina datang lagi," katanya.

Tapi, kata Wondo, tidak semua perajin kembali mendapat pesanan kendang jimbe dari Cina.

Pengepul atau buyer yang mengekspor kendang jimbe ke Cina lebih selektif.

Para perajin yang dianggap kualitas produksinya bagus tetap mendapat pesanan kendang jimbe dari Cina.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved