Breaking News:

Berita Probolinggo

11 Saksi di Probolinggo Kembali Diperiksa KPK, Penyidikan Berkembang ke Kasus Gratifikasi dan TPPU

Penyidikan KPK dikembangkan pada dugaan kasus gratifikasi dan tindak pidana pencucian uang untuk tersangka Bupati Probolinggo, Puput Tantriana Sari

Penulis: Danendra Kusumawardana | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Danedra Kusumawardana
Penyidik KPK kembali melakukan pemeriksaan sejumlah saksi di Mapolresta Probolinggo, Selasa (12/10/2021). 

SURYA.CO.ID, PROBOLINGGO - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan pemeriksaan sejumlah saksi terkait seleksi jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo.

Bahkan, kini penyidikan sudah dikembangkan pada dugaan kasus gratifikasi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) untuk tersangka Bupati Probolinggo, Puput Tantriana Sari dan suaminya Hasan Aminuddin.

Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri mengatakan ada 11 saksi yang diperiksa di Mapolresta Probolinggo, Selasa (12/10/201).

Belasan saksi yang dipanggil antara lain merupakan pejabat eselon II dan notaris.

"Pemeriksaan saksi TPK (tindak pidana korupsi) terkait seleksi jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Probolinggo tahun 2021, dugaan gratifikasi dan TPPU untuk tersangka PTS (Puput Tantriana Sari) dan kawan-kawan," katanya melalui pesan singkat kepada SURYA.CO.ID.

Saksi yang dipanggil untuk menjalani pemeriksaan, yakni Notaris Poedji Widajani, I Nyoman Agus Pradnyana dan Fenny Herawati.

Kemudian, Fungsional Pertama Pengadaan pada Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setda Kabupaten Probolinggo Nuzul Hudan, seorang PNS Winda Permata Erianti, Kasi Evaluasi dan Pelaporan Bidang Jasa Konstruksi & Peralatan Dinas PUPR Kabupaten Probolinggo Cahyo Rachmad Dany dan Kepala Bakesbangpol Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto.

Lalu, Kabid Mutasi BKD Kabupaten Probolinggo Taufiqi, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Probolinggo Taufik Alami, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Probolinggo Hengki Cahjo Saputra dan Subbag Keuangan Dinas PUPR Kabupaten Probolinggo Widya Yudyaningsih.

Sebelumnya, KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Probolinggo terkait kasus jual beli jabatan kepala desa, Senin (30/8/2021).

Kasus tersebut menyeret Bupati Probolinggo, Puput Tantriana Sari dan suaminya Hasan Aminuddin, Doddy Kurniawan (DK), aparatur sipil negara (ASN)/Camat Krejengan, Kabupaten Probolinggo, serta Muhammad Ridwan selaku ASN/Camat Paiton, Kabupaten Probolinggo sebagai tersangka penerima.

Sementara 18 orang sebagai pemberi merupakan ASN Pemkab Probolinggo, yaitu Sumarto (SO), Ali Wafa (AW), Mawardi (MW), Mashudi (MU), Maliha (MI), Mohammad Bambang (MB), Masruhen (MH), Abdul Wafi (AW), Kho'im (KO).

Selanjutnya, Akhmad Saifullah (AS), Jaelani (JL), Uhar (UR), Nurul Hadi (NH), Nuruh Huda (NUH), Hasan (HS), Sahir (SR), Sugito (SO), dan Samsudin (SD).

Saat ini, seluruh tersangka sudah ditahan oleh KPK.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved