Breaking News:

Berita Bangkalan

Vaksinasi di Bangkalan 'Bandel' di Bawah 50 Persen, Hambat PPKM Level 1 di Aglomerasi Surabaya Raya

Sudiyo setiap hari terlibat rapat secara marathon hingga tengah malam untuk mencari formula dan strategi yang tepat

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Deddy Humana
surya/ahmad faisol
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak bersama Bupati Bangkalan, R Abdul Latif Amin Imron mengunjungi gelaran vaksinasi di Pasar/Kecamatan Blega, Senin (11/10/2021). 

SURYA.CO.ID, BANGKALAN – Di antara wilayah aglomerasi Surabaya Raya, Kabupaten Bangkalan memang paling bandel. Artinya, capaian vaksinasi di Bangkalan masih terus di bawah 50 persen dan mengakibatkan kota-kota lain harus menunggu untuk mencapai status PPKM Level 1.

Bangkalan masuk wilayah aglomerasi Surabaya Raya bersama Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo. Pencapaian cakupan vaksinasi menjadi salah satu indikator dalam menentukan level PPKM, seperti tertuang pada poin kedua Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 47 Tahun 2021 tentang PPKM Level 4, Level 3, Level 2 dan Level 1 Covid-19 di Jawa dan Bali.

Pada poin kedua menginstruksikan, penetapan level wilayah ditambah dengan indikator capaian total vaksinasi dosis 1 dan vaksinasi dosis 1 lanjut usia di atas 60 tahun dari target vaksin di setiap wilayah aglomerasi.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bangkalan, Sudiyo mengungkapkan, total capaian vaksinasi dosis pertama baru mencapai 25 persen, dosis kedua malah 11 persen, dan dosis ketiga khusus tenaga kesehatan (nakes) sudah mencapai angka 70 persen.

“Bangkalan, Surabaya, dan Gresik masih berada di Level 3 PPKM (dari evaluasi Kemendagri), maka dari itu mereka jengkel melihat Bangkalan kok (capaian vaksinasi) gak jalan-jalan. Tetapi mereka tahu, Bangkalan tidak diam,” ungkap Sudiyo kepada SURYA, Senin (11/10/2021).

Kendati demikian, Pemkot Surabaya tidak hanya menggerutu atas kondisi tersebut. Bantuan beberapa unit mobil puskesmas keliling (pusling) milik pemkot diperbantukan. Termasuk bantuan mobil pusling dari Polda Jatim, hingga Kodam V/Brawijaya.

“Total ada 16 unit mobil pusling, 10 unit di antaranya dilengkapi petugas vaksinator. Sedangkan 6 unit mobil pusling lainnya kosongan, kami isi sendiri vaksinatornya. Mobil-mobil pusling itu dalam rangka door to door, jemput bola vaksinasi ke pelosok untuk menambah julah sasaran vaksinasi,” jelasnya.

Sebagai ‘leading sector’ program vaksinasi, Sudiyo setiap hari terlibat rapat secara marathon hingga tengah malam untuk mencari formula dan strategi yang tepat guna memacu dan mendongkrak akselerasi capaian vaksinasi.

Bahkan, lanjut Sudiyo, Tim Satgas Penanganan Covid-19 Bangkalan memerintahkan agar semua kapolsek, danramil, camat hingga semua kepala puskesmas bersinergi dan saling berlomba-lomba untuk mencapai target 20.000 dosis vaksin per hari.

“Kami lombakan, evaluasi akan dilakukan setiap 10 hari. Bagi wilayah dengan capaian teredah akan kami beri bendera hitam. Capaian vaksinasi tertinggi pada 7 September bulan lalu hingga menyentuh angka 12.000 dosis. Hari ini rekapan kami sudah lebih dari 10.000 bahkan sekitar 11.000," papar pria yang akrab disapa Yoyok itu.

Halaman
12
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved