Breaking News:

Berita Sidoarjo

Terbukti Sudah Lunasi Utang Rp 3 Miliar, Wabup Sidoarjo Dinyatakan Bebas dari Gugatan

Subandi meminjam uang sekitar Rp 2 miliar kepada Darmiati Tansilong. Menurut Irsyad, sejak awal 2013 pinjaman itu mulai dibayar.

Penulis: M Taufik | Editor: Deddy Humana
surya/m taufik
Sidang putusan gugatan terhadap Wabup Subandi di PN Sidoarjo, Senin (11/10/2021). 

SURYA.CO.ID, SIDOARJO - Wakil Bupati (Wabup) Sidoarjo, Subandi bisa berlega hati setelah gugatan kepada dirinya terkait utang piutang, ditolak Pengadilan Negeri (PN) Sidoarjo, Senin (11/10/2021). Ini setelah majelis hakim PN menolak gugatan yang diajukan Darmiati Tansilon kepada Subandi.

Perkara yang disidangkan itu adalah persoalan utang. Penggugat menyebut tergugat punya tanggungan utang sekitar Rp 3 miliar yang harus dilunasi.

"Menyatakan, menolak gugatan karena penggugat tidak dapat membuktikan dalil gugatannya," kata hakim Syarifuddin Ainur Rofik, ketua majelis hakim saat membaca putusannya.

Keputusan itu pun disambut baik pihak Subandi dan kuasa hukumnya. "Karena klien kami sudah melunasi. Bukti-bukti pembayarannya ada semua. Kami juga heran kenapa sampai ada gugatan ini. Apalagi sebelumnya juga sempat dilaporkan ke polisi dan perkaranya di-SP3," ujar Much Al Irsyad, kuasa hukum tergugat.

Diceritakan Irsyad, utang-piutang itu terjadi pada tahun 2012 lalu. Saat itu Subandi masih menjabat sebagai kepala desa (kades) dan menjalankan bisnis sebagai pengembang perumahan.

Ketika itu, Subandi meminjam uang sekitar Rp 2 miliar kepada Darmiati Tansilong. Menurut Irsyad, sejak awal 2013 pinjaman itu mulai dibayar.

"Ada 45 kali transfer, dari awal 2013 sampai awal 2018. Totalnya mencapai Rp 3 miliar lebih. Ini buktinya," sambung Irsyad sambil menunjukkan beberapa rekapan bukti transfer kliennya.

Tetapi tidak diketahui awalnya bagaimana, pada Februari 2018 lalu mendadak pihak Darmiati Tansilong melaporkan Subandi ke Polresta Sidoarjo dengan tuduhan penggelapan dan penipuan atas perkara itu.

"Laporan ke Polresta Sidoarjo juga tidak terbukti. Sehingga di-SP3 oleh penyidik pada Mei 2020 lalu. Namun mereka tetap ngeyel dengan mengajukan gugatan ke PN Sidoarjo, April 2020 kemarin," papar Irsyad.

Lagi-lagi upaya hukum yang ditempuh oleh pensiunan polisi itu kandas. Setelah di-SP3 di kepolisian, gugatan di pengadilan juga ditolak oleh majelis hakim. ****

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved