Breaking News:

Berita Magetan

Tanpa Berdesakan, Komunitas Wartawan Magetan Aksi Sosial Bagi-Bagi Telur Gratis Sampai 2,5 Kuintal

Kegiatan bagi-bagi telur itu dilakukan para wartawan yang tergabung dalam Jurnalis Magetan Raya (JMR) dan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI).

Penulis: Doni Prasetyo | Editor: Deddy Humana
surya/doni prasetyo
Anggota Jurnalis Magetan Raya (JMR) dan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) melakukan aksi sosial bagi-bagi telur tanpa berkerumun, Senin (11/10/2021). 

SURYA.CO.ID, MAGETAN - Saat harga telur terus menggelinding turun tanpa ada solusi dari pemerintah, maka peternak ayam petelur lebih rela membagikannya gratis ketimbang telur membusuk. Melalui tangan-tangan para jurnalis di Magetan, telur-telur itu lebih bermanfaat dan tepat sasaran karena dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan, Senin (11/10/2021).

Kegiatan bagi-bagi telur itu dilakukan para wartawan yang tergabung dalam Jurnalis Magetan Raya (JMR) dan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI). Bekerja sama dengan peternak ayam petelur Magetan, JMR dan IJJI melakukan bakti sosial bagi-bagi telur kepada warga kurang beruntung dan pekerja jalanan.

Tetapi aksi sosial kali ini tidak memicu kerumunan atau berdesakan. Karena awak media bisa mengelola massa penerima telur tanpa menciptakan kerumunan. Bahkan wartawan bisa membagi telur secara tepat dan cepat.

"Aksi ini merupakan bentuk keprihatinan, melihat masyarakat kurang beruntung selama pandemi, sulit mencari nafkah. Sehingga telur sebagai salah satu lauk bergizi penambah imun tak terbeli," kata Muhammad Ramzi, salah seorang jurnalis televisi swasta dsekaligus koordinator aksi.

Kedua, lanjut Ramzi, dengan anjloknya harga telur, peternak penyumbang telur lebih rela hasil ternaknya disedekahkan dari pada di simpan menunggu naik harga, namun telur menjadi basi.

"Ini total telur yang kami bagikan sebanyak 250 paket, dengan berat total 2,5 kuintal," ujar Ramzi.

Diungkapkan Ramzi, untuk mengantisipasi kerumunan warga penerima telur, pihaknya terlebih dahulu membagikan kupon. Proses pengambilan menyesuaikan waktu yang sudah ditulis di kupon kepada warga penerima.

"Seperti kita lihat. Walau warga yang kami undang ratusan, tidak ada kerumunan. Padahal kami bekerja tanpa penjaga ketetiban. Semua warga penerima tertib prokes dan bermasker," tandas M Ramzi. ****

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved