Breaking News:

Berita Blitar

Sekali Ada Ikan Paus Terdampar, Pantai Jebring di Blitar Menjadi Kuburan Raksasa

Diperkirakan ikan itu mati karena tidak segera diselamatkan saat terdampar di tepi Pantai Jebring sekitar 15.00 WIB.

Penulis: Imam Taufiq | Editor: Deddy Humana
surya/imam taufiq
Para nelayan mengubur bangkai ikan paus yang ditemukan di tepi Pantai Jebring, Dusun Banyu Urip, Desa Ngadipuro, Kecamatan Wonotirto, Kabupaten Blitar, Minggu (10/10/2021) lalu. 

SURYA.CO.ID, BLITAR - Fenomena ikan-ikan paus terdampar atau sengaja mendamparkan diri di tepian pantai, belakangan kembali terjadi. Dan untuk kali pertama ada seekor ikan paus ditemukan terdampar di pasir Pantai Jebring, Dusun Banyu Urip, Desa Ngadipuro, Kecamatan Wonotirto, Kabupaten Blitar, Minggu (10/10/2021) sore.

Temuan mamalia laut yang tidak disebutkan jenisnya itu, kali pertama oleh Samirin (65), pemilik warung makanan yang biasa berjualan di pantai itu. Sayangnya, saat ditemukan ikan besar itu terlihat tidak bergerak mulai berbau.

Diperkirakan ikan itu mati karena tidak segera diselamatkan saat terdampar di tepi Pantai Jebring sekitar 15.00 WIB.

Dikatakan Samirin, sore itu ia sedang membantu istrinya untuk menutup warungnya karena pantai sudah sepi pengunjung. Namun mendadak pandangannya mengarah ke pantai dan melihat ada ikan besar di sana.

Karena hanya berjarak sekitar 300 meter dari warungnya dan tidak ada airnya di tepi pantai itu, ikan paus itu terlihat dan membuat Samirin penasaran.

"Saat didekati, ia kaget karena ikan itu sudah tak bergerak sama sekali. Setelah diamati, ternyata ikan paus itu sudah mati karena sudah berbau. Mungkin karena sudah lama tidak ada di air karena saat ditemukan sudah berada di atas pasir tepi pantai," kata Iptu Supriyadi, Kapolsek Wonotirto, Senin (11/10/2021).

Samirin pun segera menghubungi para nelayan setempat. Setelah itu baru berkoordinasi dengan berbagai pihak, di antaranya personel TNI dan Polri.

Akhirnya, Senin (11/10/2021) pukul 10.00 WIB, diputuskan bangkai ikan paus itu dikubur di tepi pantai atau berjarak sekitar 300 meter dari air. Sebab kalau lama atau tak segera dikuburkan, maka kian berbau.

Tak pelak, penguburan dengan dipendam pasir pantai itu sempat menjadi tontotan warga dan wisatawan yang kebetulan berkunjung ke pantai yang dikenal batu karangnya cukup indah itu.

Dan untuk kali pertama Pantai Jebring menjadi tempat kuburan raksasa karena yang dipendam adalah seekor ikan paus.

"Yang menguburkan adalah warga setempat atau para nelayan di pantai itu karena mereka lebih paham dan mengenal kondisi alam di situ. Hanya saja, selama berlangsung penguburan bangkai ikan itu juga disaksikan berbagai pihak, termasuk ada kami dan anggota TNI juga," jelas Supriyadi.

Menurutnya, terdamparnya ikan paus itu baru kali ini terjadi di Pantai Jebring. Sebelumnya juga pernah terjadi namun bukan di Pantai Jebring melainkan di Pantai Tambakrejo.

Cuma bedanya, saat ditemukan ikan paus itu belum mati. Hanya saja kondisinya waktu itu sudah lemas sehingga akhirnya tidak tertolong dan mati juga.

"Dugaan para nelayan, ikan itu dalam keadaan kurang sehat lalu terbawa arus, hingga akhirnya terdampar ke tepi pantai. Saat berada di tepi dan terdampar itu, ikan itu tidak bisa gerak, hingga akhirnya mati," ujarnya.

Diperkirakan ikan itu sudah terdampar sejak Minggu pagi atau sewaktu air masih pasang. Itu terseret arus ke tepian. Baru diketahui setelah airnya surut, ikan itu terlihat. *****

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved