Breaking News:

Press Release

Efek Berganda Industri Hulu Migas dalam Mendukung Perekonomian Daerah

Industri hulu migas masih menjadi sektor vital dalam membantu perputaran roda perekonomian nasional maupun daerah,

Foto Istimewa FSI
Sebagai mitra dari Petronas, salah satu KKKS dari SKK Migas, FSI siap mengikuti aturan TKDN yang dalam Vendor Development Program. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) terus mendorong peningkatan peran industri nasional dan lokal pada seluruh pelaksanaan industri hulu migas demi terciptanya efek berganda (multiplier effect) bagi perekonomian nasional dan daerah.

Salah satunya dengan meningkatkan implementasi tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) dan mensosialisasikan pengembangan kapasitas nasional industri migas untuk mencapai target produksi minyak 1 juta barel per hari dan 12 miliar kaki kubik gas per hari (BSCFD) pada 2030.

"Industri hulu migas masih menjadi sektor vital dalam membantu perputaran roda perekonomian nasional maupun daerah, bahkan di tengah hantaman pandemi Covid-19," kata Nurwahidi, Kepala Perwakilan SKK Migas Wilayah Jawa, Bali dan Nusa Tenggara, saat hadir sebagai salah satu narasumber dalam media interview bersama PT Federal Solusi Indotama (FSI) secara virtual, Jumat (8/10/2021).

Kehadiran industri hulu migas tidak hanya memberikan dampak positif pada pendapatan pemerintah daerah melalui dana bagi hasil migas, tetapi juga pada masyarakat melalui dampak tak langsung atas beroperasinya suatu wilayah kerja migas.

Baca juga: Pembangunan RS Darurat IKM Tambakbayan Ponorogo Berlanjut Meski Kasus Covid-19 Melandai

Pada 2020 kontribusi hulu migas ke penerimaan negara mencapai Rp122 triliun atau 144 persen dari target APBN-P 2020.

Hingga Agustus 2021, penerimaan negara dari sektor hulu migas malahan sudah mencapai Rp125 triliun atau 125 persen dari target APBN 2021.

Terkait TKDN, pemerintah telah menetapkan tingkat capaian pada hulu migas sebesar 57 persen. Dengan nilai pengadaan hulu migas yang mencapai $6,051 miliar pada tahun ini, maka ada sekitar $3,448 miliar alokasi untuk TKDN yang akan mendukung industri nasional.

"Untuk mencapai target TKDN, SKK Migas dan KKKS bersama membuat Vendor Development Program. Hal ini merupakan upaya memberdayakan perusahaan dalam negeri untuk berkembang dan dapat digunakan oleh KKKS," jelas Nurwahidi.

Program ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan penyedia barang/jasa yang dibutuhkan hulu migas.

Melalui Vendor Development Program, perusahaan-perusahaan lokal bisa mendapatkan pengetahuan dari perusahaan-perusahaan mancanegara untuk dapat memenuhi kebutuhan industri hulu migas sesuai dengan kriteria pemerintah.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved