Breaking News:

Berita Sumenep

Ditunggu Soal Kasus PNS Bolos Berjamaah, Kepala Dinas Sumenep Malah Abaikan Panggilan Dewan

bahwa pelayanan kesehatan pada masyarakat di kepulauan perlu dipertanyakan, dan seharusnya ada tindakan tegas dari pihak terkait.

Penulis: Ali Hafidz Syahbana | Editor: Deddy Humana
surya/ali syahbana
Rapat Komisi I DPRD Sumenep dengan Inspektorat dan BKPSDM, Senin (11/10/2021). 

SURYA.CO.ID, SUMENEP - Laporan tentang banyaknya PNS di RSUD Abuya Kangean dan Puskesmas Arjasa yang bolos bekerja, tidak direspons positif oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumenep. Bahkan Kepala Dinkes Sumenep, Agus Mulyono malah mengabaikan panggilan Komisi I DPRD Sumenep, Senin (11/10/2021).

Sebelumnya Komisi I sudah melayangkan pemanggilan pada tiga OPD, masing-masing Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Inspektorat dan Dinkes Sumenep. Tujuan pemanggilan adalah mengklarifikasi soal banyaknya PNS di lingkungan Pemkab Sumenep yang bolos kerja, seperti di RSUD Abuya Kangean dan Puskesmas Arjasa.

Rapat klarifikasi soal PNS bolos berjamaah itu sudah berlangsung di ruang Komisi I DPRD Sumenep. OPD yang hadir hanya Inspektorat dan BKPSDM, sementara perwakilan Dinkes Sumenep tidak terlihat.

Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Komisi I DPRD Sumenep, Darul Hasyim Fath dan diikuti wakil dan anggota lainnya. "Dinkes tidak datang atas panggilan ini," kata Darul.

Sebelumnya wartawan mencoba mengkonfirmasi kepada Kepala Dinkes, Agus Mulyono namun belum ada respon meski dihubungi beberapa kali.

Komisi I memanggil BKPSDM, Inspektorat dan Dinkes soal PNS membolos berjamaah tanpa alasan yang jelas itu, sesuai nomor surat 005/ /435.050/2021 di ruang komisi pukul 13.00 WIB.

Anggota Komisi I, H Muta'em mengatakan bahwa pemanggilan itu berdasarkan pemberitaan dan informasi yang diterima soal kinerja PNS di kepulauan. "Hari ini kita memanggil tiga OPD, di antaranya Inspektorat, BKPSDM dan Dinkes soal evaluasi kinerja PNS saat ini," kata H Muta'em.

Pemanggilan tersebut tidak hanya mempertanyakan soal PNS bolos berjamaah di RSUD Abuya Kangean, tetapi juga kabar bahwa ada anak mantan pejabat yang juga dikabarkan sering tidak masuk kerja. "Jika para PNS itu tidak memenuhi tanggung jawab kinerjanya, maka tunjangan kerjanya harus dievaluasi," tegasnya.

Soal anak mantan pejabat yang hobi membolos, itu dibenarkan salah satu sumber di Pulau Kangean yang meminta namanya tidak disebut. Bahkan ia mengungkapkan, selama mendapat SK dinas di Puskesmas Arjasa, jumlah ketidakhadiran dalam bekerja sudah tak terhitung. "Oknum PNS itu memang jarang berdinas dari dulu, ia kan anak mantan pejabat," katanya.

Tokoh muda asal Kangean ini menilai, bahwa pelayanan kesehatan pada masyarakat di kepulauan perlu dipertanyakan, dan seharusnya ada tindakan tegas dari pihak terkait.

"Semua orang di sini sudah banyak yang tahu kalau oknum PNS itu bolos kerja, alasannya pun tidak masuk akal. Kami minta ada tindakan tegas dari pihak berwajib, tidak boleh pilih-pilih meskipun anak mantan pejabat," protesnya.

Tidak hanya itu katanya, juga ada anak penjabat aktif di lingkungan Pemkab Sumenep yang juga bolos kerja di RSUD Abuya Kangean Sumenep dan sejak terima SK hanya sekali saja masuk kerja. ****

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved