Breaking News:

Berita Kota Surabaya

Denda Prokes Tembus Rp 3,7 miliar, Ada 24 Ribu Pelanggar Terjaring di Surabaya selama Pandemi

Para pelanggar mendapat sejumlah sanksi. Di antaranya, denda. "Hingga saat ini, ada Rp 3,7 miliar dari denda yang masuk kas daerah," katanya.

surya/bobby koloway
Petugas Satpol PP Surabaya melakukan operasi penegakkan protokol kesehatan. 

SURYA.CO.ID, KOTA SURABAYA - Jumlah denda yang dikumpulkan dari pelanggar protokol kesehatan (prokes) di Kota Surabaya ternyata cukup besar. Selama masa pandemi Covid-19, sudah ada sekitar 24.000 orang terjaring karena melanggar prokes, dengan total denda mencapai Rp 3,7 miliar.

Jumlah itu adalah akumulasi selama masa pandemi Covid-19. Sampai sekarang pun, penegakan protokol kesehatan di Kota Surabaya terus dilakukan. Selain dengan pendekatan humanis, satgas juga tidak segan memberikan sanksi berat bagi pelanggar bandel.

"Sekitar 870 (pelanggar) di antaranya merupakan usaha, sedangkan lainnya adalah perorangan," kata Koordinator Penegakan Hukum dan Kedisiplinan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Surabaya, Eddy Christijanto, Senin (11/10/2021).

Para pelanggar mendapat sejumlah sanksi. Di antaranya, denda. "Hingga saat ini, ada Rp 3,7 miliar dari denda yang masuk kas daerah," katanya.

Selain dengan denda, pihaknya juga telah memberikan sejumlah sanksi lainnya. Misalnya, tour of duty ke Makam Keputih (makam khusus Covid-19) untuk melihat banyaknya jenazah yang dimakamkan selama pandemi.

Selain itu, juga kerja sosial di Lingkungan Pondok Sosial (Liponsos) Keputih. Tempat ini menjadi pusat rehabilitasi bagi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS).

Para pelanggar akan menjalankan kerja sosial di tempat ini. Di antaranya, merawat para penghuni Liponsos. Sedangkan untuk unit usaha, juga yang mendapat sanksi penutupan.

"Sebenarnya, kami kedepankan sanksi humanis dan persuasif. Kami berikan kesadaran bahwa pandemi ini belum selesai," kata Kepala Satpol PP Surabaya ini.

Eddy mengungkapkan, pelanggaran didominasi pengabaian masker. Kemudian, adanya kerumunan. "Kebanyakan dari mereka (pelanggar) memang karena tidak memakai masker," katanya.

Hingga saat ini, pihaknya mengingatkan masyarakat untuk tidak melupakan prokes karena pandemi belum selesai.

Mengutip penjelasan satgas Covid-19 nasional, masih ada peluang ledakan kasus kembali. "Semoga gelombang ketiga tidak terjadi. Ini bukan tanggungjawab pemerintah saja, namun juga masyarakat," katanya.

Saat ini, Pemkot Surabaya bersama Forkopimda juga menerjunkan tim untuk menggelar swab test dan vaksinasi di 31 kecamatan se-Kota Surabaya. Tim gabungan Pemkot dan TNI/Polri ini bergerak serentak.

Mereka menyasar pusat-pusat keramaian dan semua orang yang beraktivitas di luar rumah. Bagi yang belum menerima suntikan vaksin, mereka lantas digiring menuju sejumlah titik lokasi vaksinasi atau puskesmas terdekat.

Berdasarkan penjelasan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya tim ini bergerak sejak Sabtu (2/10/2021) malam. ***

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved