Breaking News:

Lifestyle

Amankah Konsumsi Air Galon Isi Ulang? Berikut Penjelasan Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia

Air galon guna ulang kini makin banyak digunakan, bukan saja konsumsi di rumah tangga, tapi untuk kebutuhan lainnya.

Penulis: Wiwit Purwanto | Editor: Parmin
foto ilustrasi (shutterstock)
Ilustrasi (shutterstock) 

Surya.co.id | SURABAYA  –  Air galon guna ulang kini makin banyak digunakan, bukan saja konsumsi di rumah tangga, tapi untuk kebutuhan lainnya.

Tapi apakah air galon guna ulang ini aman dikonsumsi? Berikut penjelasan sejumlah ahli, Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI) yang juga Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia Aru Wisaksono Sudoyo.

Menurutnya,  tidak ada bukti air galon guna ulang menyebabkan penyakit kanker. Sekitar 90-95 persen kanker itu dari faktor lingkungan.

“Kebanyakan karena paparan-paparan gaya hidup seperti kurang olahraga dan makan makanan yang salah, merokok, dan lain sebagainya.

Jadi belum ada penelitian aii galon itu menyebabkan kanker,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (11/10/2021).

Pernyataan Aru ini membantah tudingan yang menyudutkan air kemasan galon berbahan polikarbonat yang selama puluhan tahun digunakan oleh industri minuman karena ramah lingkungan dan aman melindungi kualitas produk air minum yang dikonsumsi masyarakat selama ini. 

Penegasan yang sama juga disampaikan Anggota Yayasan Kanker Indonesia Nadia A Mulansari, Dia mengatakan kanker itu multifactorial, di mana sekitar 10-15 persen sifatnya genetic dan sisanya sekitar 90-95 persen itu sporadik atau lebih ke lingkungan.

Faktor resiko yang lain yang bisa berpengaruh terhadap terjadinya kejadian kanker  adalah obesitas atau kegemukan, pemakaian hormonal yang panjang, usia mensturasi dini,  wanita yang tidak menyusui, terpapar bahan-bahan cat, dan pupuk kimia.

“Intinya, penyebab kanker itu multifactorial. Jadi, banyak faktor-faktor lain yang berkontribusi terhadap suatu sel sehingga membuat sel itu berubah menjadi sel kanker,” tukasnya.

Narasi negatif dan serangan terhadap air kemasan galon guna ulang berbahan polikarbonat terjadi dalam dua tahun terakhir.

Hal itu bersamaan dengan munculnya air kemasan galon sekali pakai yang dikritik para aktifis lingkungan karena berpotensi menambah sampah plastik di lingkungan.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved