Breaking News:

Berita Surabaya

SDN Jajar Tunggal III Surabaya Belajar Penghijauan dari Kampung Sayur Demi Jadi Sekolah Adiwiyata

Menjadi Sekolah Adiwiyata menjadi harapan setiap sekolah di Indonesia, namun untuk mencapai harapan besar tersebut tentu perlu adanya usaha yang besar

Penulis: Zainal Arif | Editor: Fatkhul Alami
Surabaya.Tribunnews.com/Zainal Arif
Belasan guru dari SDN Jajar Tunggal III Surabaya melakukan kunjungan ke kampung sayur yang berlokasi di RT 9 RW 3 Kelurahan Simomulyo Baru Surabaya, Minggu (10/10/2021). 

Penulis: Mohammad Zainal Arif | Editor: Fatkhul Alami

SURYA.co.id | SURABAYA - Menjadi Sekolah Adiwiyata menjadi harapan setiap sekolah di Indonesia, namun untuk mencapai harapan besar tersebut tentu perlu adanya usaha yang besar pula.

Seperti yang dilakukan SDN Jajar Tunggal III Surabaya, misalanya. Dimana belasan guru dari sekolah tersebut melakukan kunjungan ke kampung sayur yang berlokasi di RT 9 RW 3 Kelurahan Simomulyo Baru Surabaya, Minggu (10/10/2021).

Kepala Sekolah SDN Jajar Tunggal III Surabaya, Asri Sukariyani mengatakan kegiatan sharing dengan warga kampung sayur untuk mengetahui cara berhasil melakukan penghijauan sehingga dapat diadopsi dilingkungan sekolah.

"Ini juga untuk menambah semangat para guru yang sempat vakum di Masa Pandemi karena Work From Home (WFH) agar semangat beraktivitas kembali," ujar Asri.

Ia mengaku ingin memaksimalkan potensi lahan kosong sekolah yang berlokasi di Jl Raya Menganti Nomor 17 Kecamatan Wiyung itu meski dengan lahan yang terbatas.

"Lahan kami sempit, tempat-tempat yang terpakai kami tanami tanaman di tabulampot. Bahkan di Mushollah sekolah yang bagian atas ada tempat kosong kami kelilingi pot-pot kemudian kami tanami juga lombok, terong dan tomat," ungkapnya.

Pemilihan Kampung Sayur sebagai tempat belajar cara penanaman tumbuhan yang baik dinilai Asri menjadi pilihan yang tepat.

"Kami mendapat banyak ilmu baru, mulai cara merawat tanaman hidroponik dan bagaimana mengatur PH yang cocok karena jujur saja kami masih kesulitan dalam penentuan PH air yang sesuai," ujarnya.

Sementara itu, Ketua RT 9, Nyoman Kusuma mengaku senang dengan adanya kunjungan ini.

Ia juga menegaskan pihaknya akan terbuka bagi siapapun warga Surabaya yang inhin berkunjung dan belajar soal budidaya tanaman.

"Jadi bukan hanya guru-guru saja, tapi RT-RT lain jika mau berkunjung dan belajar silahkan," jelasnya.

"Hari ini banyak pembicaraan tentang hidroponik, intinya saya sampaikan yang paling utama adalah bak air tidak boleh panas dan harus menjaga pH air agar tidak lebih dari 7," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved