Breaking News:

Berita Lamongan

Melegenda Karena Kelezatannya, Citarasa Kare Ayam Kampung Kayun Bikin Lamongan Makin Dikenang

Mengapa pantas disebut masakan legendaris, karena kare ayam kampung Kayun itu memang sudah lama dikenal dengan rasanya yang berbeda.

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Deddy Humana
surya/hanif manshuri
Pengunjung menikmati kelezatan kare ayam Kampung Kayun yang legendaris di Jalan Raya Mantup-Lamongan, tepatnya Dusun Pucung, Desa Puter, Kecamatan Kembangbahu, Minggu (10/10/2021). 

SURYA.CO.ID, LAMONGAN - Lamongan dikenal bukan hanya karena karena keberagaman khazanah kulinernya, tetapi juga karena masakan daerah yang bertahan dengan ciri khas citarasanya. Kalau berkunjung ke Lamongan, menu legendaris kare ayam kampung Kayun bisa dicoba karena memenuhi syarat sebagai salah satu makanan khas yang mempertahankan citarasanya itu.

Mengapa pantas disebut masakan legendaris, karena kare ayam kampung Kayun itu memang sudah lama dikenal dengan rasanya yang berbeda. Kalau membahas kare, maka akan membayangkan masakan dengan kuah kental kuning dengan andalan potongan daging ayam beroma.

Tetapi ada yang membedakan kare ayam kampung kayun, yang warungnya berlokasi di Jalan Raya Mantup-Lamongan, Dusun Pucung Desa Puter Kecamatan Kembangbahu ini. Sejak berdiri pertama 37 tahun lalu, rasa dan aroma kuah serta olahan ayam kampungnya tidak berubah dengan kelezatan yang unik.

Karena itu kare ayam kampung kayun yang merupakan usaha dari Pak Haji Kayun dan Ibu Kayun tersebut, bisa ditandingkan dengan menu tradisi Lamongan yang sudah mendunia terlebih dahulu. Misalnya soto Lamongan, nasi boranan, tahu campur atau ikan gabus asap lodeh.

"Warung makan ini sudah dibuka sejak tahun 1984, jadi sudah 37 tahun. Tempatnya sejak dulu tetap di sini dan tidak pernah pindah," kata Bu Kayun kepada SURYA, Minggu (10/10/2021).

Bu Kayun menjelaskan, racikan bumbu dan cara pengolahan ayam kampung menjadi kunci bertahannya rasa kare ini. Ia merahasiakan cara memasak bahan daging ayam yang memang khusus, tetapi menegaskan bahwa kualitas rasa tetap dipertahankan agar tetap diingat para pembeli. "Biar pelanggannya tidak berpindah," kata wanita 68 tahun ini.

Kare Kayun ini hanya memakai bahan ayam kampung yang dimasak hingga empuk dan gurih. Ramuan bumbu dapur dan rempah membuat aroma dan rasa kare ayam Kayun menyedot penggila kare.

Kuahnya yang kental dan gurih didukung daging ayam kampung yang dimasak khusus, membuat tidak ada tandingannya. Saat disuap kali pertama dengan sesendok nasi, maka terasa sedap aroma kuah berbumbu gurih-gurih pedas, dan daging ayam yang empuk di ujung gigi.

Kare ayam Kayun ini dibaderol Rp 40.000 per porsinya yang tidak akan membuat kantong jebol, karena rasanya yang enak. Apalagi harga ayam kampung memang mahal.

Ukuran daging ayam yang lumayan besar, kuahnya yang berwarna oranye kemerahan menebarkan aroma sedap menyengat di hidung. Potongan tulang-tulang berlapis daging ayam kampung alias tetelan balung yang besar juga melimpah.

Dikatakan Bu Kayun, selama sekian tahun membuka usaha kare ayam kampung itu, warungnya tetap ramai. Padahal warung itu hanya menyediakan satu menu yaitu kare ayam kampung, tetapi dengan rasa yang berbeda itu maka semua sudah cukup.

Kalau sekedar ingin kenyang, sang pemilik warung tidak membatasi jatah nasinya. Sebab pembeli bisa bisa mengambil sendiri sepuasnya. Jadi pantas saja Lamongan juga bisa dikenang para pendatang khususnya dari wilayah Barat dan Selatan, berkat menu kare Kayun ini.

Karena laris manis itu, tidak jarang para pembeli sengaja memesan sejak awal agar tidak bisa kehabisan saat berkunjung ke warung makan keluarga Kayun.

"Setiap hari rata-rata memotong 17 ekor ayam kampung. Jumlahnya bisa lebih banyak kalau ada pesanan di luar masakan yang digelar di warung," tambahnya.

Salah satu pengunjung, Syahbandiyah (30) mengatakan, ia sudah sejak lama berlangganan di warung kare ayam kampung Kayun itu. Ia tidak membantah bahwa rasanya tidak sama dengan kare umumnya, dan pantas menjadi penanda kelezatan kuliner di Kembangbahu. "Kare Kayun ini bikin ketagihan," katanya. ****

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved