Breaking News:

DPRD Surabaya

Anggaran Pendidikan lebih dari 20 Persen, APBD Surabaya 2022 akan Ditetapkan pada 10 November 2021

Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, anggaran pendidikan di Kota Surabaya lebih dari 20 persen.

Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Parmin
foto: dprd surabaya
Ketua DPRD Surabaya Adi Sutarwijono. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, anggaran pendidikan di Kota Surabaya lebih dari 20 persen. Pada APBD 2022, tepatnya dialokasikan anggaran pendidikan sebesar 20,90 persen.

Diperkirakan APBD Kota Surabaya tahun depan akan disahkan dengan kekuatan Rp 10,163 triliun. Diproyeksikan ada kenaikan yang signifikan dari APBD Perubahan 2021 yang dipatok Rp 8,9 triliun.

Optimisme itu seiring melandainya angka covid-19, dan semakin bergeraknya aktivitas dan produktivitas masyarakat.

Vaksinasi semakin meluas di Surabaya, angka postif covid-19 terus ditekan semakin rendah, demikian juga angka kematian semakin kecil.

Pelaksanaan testing, tracing, dan treatment juga terus dilakukan secara massif. Sehingga agenda terpenting di depan mata adalah pemulihan ekonomi Kota Surabaya, setelah tergerus akibat pandemi covid-19.

“Kenaikan pendapatan dan belanja APBD tahun 2022 merupakan sinyal positif bagi masyarakat Surabaya untuk saling bekerjasama, gotong royong, memulihkan ekonomi di masa-masa mendatang,” ujar Ketua DPRD Kota Surabaya Adi Sutarwijono, Minggu (10/10/2021).

Direncanakan, APBD tahun 2022 akan ditetapkan pada 10 November, tepat dalam momentum peringatan Hari Pahlawan.

Sektor pendidikan menempati di urutan pertama, dengan alokasi sebesar 21,90 persen. Kemudian bidang kesehatan 20,08 persen, dan pembangunan infrastruktur 21 persen.

Anggaran pendidikan di Kota Surabaya melebihi amanat UU Sisdiknas. Anggaran termasuk untuk pendidikan gratis SD-SMP negeri, pemberian subsidi sekolah-sekolah swasta dalam bentuk BOPDA (bantuan operasional daerah), serta peningkatan kualitas pendidikan 9 tahun dan pra sekolah.

“DPRD dan Wali Kota Surabaya mengalokasikan Rp 32,9 miliar untuk kekurangan seragam siswa MBR (masyarakat berpenghasilan rendah). Pada sekolah negeri dan swasta kelas 1 - 9, serta penyesuaian pembangunan sarana dan prasarana sekolah,” kata Adi.

Kebijakan anggaran bidang pendidikan merupakan perwujudan dari komitmen untuk mencetak generasi-generasi unggul, mempersiapkan lahirnya calon-calon pemimpin Indonesia dan Surabaya di masa depan di semua lini kehidupan, pungkas Adi Sutarwijono.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved