Breaking News:

Berita Surabaya

RSLI Surabaya Zero Pasien Covid-19, Kadinkes Jatim: Tetap Disiplin Protokol Kesehatan 6M dan 3T

Apapun yang terjadi pada kehidupan normal baru masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan 6M dan 3T.

Penulis: Febrianto Ramadani | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Febrianto Ramadani
Kadinkes Jatim, Erwin Ashta Triyono bersama tenaga kesehatan di RSLI Surabaya, Sabtu (9/10/2021) sore. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Di tengah kesibukannya yang baru sebagai Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur (Kadinkes Jatim), Dr Erwin Ashta Triyono dr., Sp.PD., KPTI., FINASIM, menyempatkan waktu luangnya berkunjung ke Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI) Surabaya, Sabtu (9/10/2021) sore.

Mantan Dokter Penanggung Jawab Pasien (DPJP) RSLI tersebut nampak berbincang-bincang bersama tenaga kesehatan, membahas kondisi terkini jumlah pasien Covid-19 yang dirawat mencapai angka nol atau Zero Pasien.

"Pada prinsipnya, 0 sendiri menunjukkan angka kejadiannya menurun. Baik di Jatim maupun di kabupaten/kota lain," ujar Erwin usai berdiskusi bersama Ketua PPKPC RSLI, Radian Jadid.

Menurutnya, fenomena penurunan ini memunculkan ada dua sikap guna menentukan langkah ke depan yang akan dilakukan. Pertama adalah sikap bersyukur karena hulu dan hilirnya dapat teratasi.

"Sikap kedua, jangan sampai lengah atau terjadi euforia yang membuat keberhasilan kita mengubah kembali ketidakdisiplinan protokol kesehatan 6M dan 3T," ucapnya.

Sehingga, lanjut Erwin, apapun yang terjadi pada kehidupan normal baru masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan 6M dan 3T.

6M meliputi Memakai masker, Mencuci tangan dengan sabun di air mengalir, Menjaga jarak, Menjauhi kerumunan, Mengurangi mobilitas dan Menghindari makan bersama.

"Kemudian 3T sendiri adalah Testing (tes), Tracing (pelacakan) dan Treatment (penanganan), di mana sudah terkendali dan pertahankan 6M dan 3T dan jangan lupa vaksinasi," ucapnya.

"Zona hijau itu tetap kami perjuangkan. Tugas kami masuk zona hijau adalah bagaimana tim bisa membuat masyarakat disiplin 6M dan 3T. Jadi trek ini kami buat supaya lebih mendisiplinkan atau konsisten penerapan protokol kesehatan tersebut," imbuh Erwin.

Terkait capaian vaksinasi sendiri, kata Erwin, Jawa Timur sudah lebih 50 persen. Sehingga, diharapkan nanti pihaknya tinggal menghitung kabupaten/kota yang perlu diperjuangkan dan berusaha semaksimal mungkin. Supaya tidak ketinggalan jauh dengan wilayah lain.

"Tapi yang jelas kemudahan yang kami berikan vaksin di manapun boleh. Meski sebaiknya tetap di daerah masing-masing agar kinerja tampak lebih baik," tuturnya.

"Imbauan yang terbaik adalah ikuti program pemerintah. Sekarang kita melihat contoh uji coba yang ada di Blitar. Bagaimana melihat upaya pemerintah bersama pihak terkait menjaga bersama kehidupan sehari-hari terkait protokol kesehatan," lanjutnya.

Karena yang paling penting, ujar Erwin, kalau masyarakat bisa membuat era new normal dengan baik, maka bisa berdampak secara positif terhadap kegiatan ekonomi, pendidikan hingga sosial budaya.

"Jadi aktivitas itu menjadi longgar dan lebih baik .Maka jangan lupa di tengah kehidupan baru ini menerapkan dan mengharuskan 6M 3T vaksin dengan sebaik-baiknya," tandasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved