Breaking News:
Grahadi

Pemprov Jatim

Groundbreaking Kantor OJK, Gubernur Khofifah Berharap Literasi dan Inklusi Keuangan Jatim Meningkat

Gubernur Khofifah optimis hadirnya Kantor OJK Regional IV di Jatim semakin meningkatkan indeks literasi keuangan dan inklusi di Jawa Timur.

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Fatimatuz Zahro
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menghadiri groundbreaking pembangunan gedung kantor OJK Regional IV di Jl Pemuda 28 Surabaya, Sabtu (9/10/2021). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa optimis hadirnya kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional IV di Jatim semakin meningkatkan indeks literasi keuangan dan inklusi di Jawa Timur.

Hal itu ia sampaikan saat menghadiri groundbreaking pembangunan gedung kantor OJK Regional IV di Jl Pemuda 28 Surabaya, Sabtu (9/10/2021).

Secara khusus, Gubernur Khofifah ingin agar literasi keuangan di Jatim bisa meningkat. Terutama seiring semakin sadarnya masyarakat dalam memahami digitalisasi keuangan.

Khofifah optimistis, target literasi dan inklusi keuangan Indonesia yang ditetapkan pemerintah sebesar 50 persen dan 90 persen pada tahun 2024 dapat tercapai.

"Sebelumnya indeks literasi keuangan Jatim dari 35,6 persen menjadi 48,95 persen, seiring dengan meningkatnya indeks inklusi keuangan wilayah setempat dari 73,2 persen menjadi 87,96 persen," kata Gubernur Khofifah.

Lebih lanjut Gubernur Khofifah mengingatkan, bahwa 80 persen ekonomi global pada 2030 akan banyak bertumpu pada sektor UMKM. Di samping itu 99 persen layanan UMKM akan dilakukan melalui daring, serta 85 persen UMKM di Indonesia masuk ke e-commerce.

Oleh karena itu, gubernur perempuan pertama di Jatim itu memastikan bahwa digitalisasi sektor keuangan merupakan infrastruktur pendukung yang penting bagi koneksitas UMKM secara daring dalam tataran global.

"Generasi sekarang perlu memahami dan menyiapkan diri, bahwa upaya meningkatkan literasi dan inklusi keuangan bagi pelajar pada hari ini sangat penting, karena menjadi bagian dari upaya menyiapkan ekosistem menghadapi tantangan ekonomi digital ke depan," tegasnya.

Sejauh ini, kata Gubernur Khofifah, Provinsi Jatim menjadi kontributor Produk Domestik Bruto (PDB) terbesar kedua setelah DKI Jakarta. Sedangkan pada Triwulan II, Investasi di Jatim sebesar Rp 38,4 triliun atau sekitar 30,2 persen ada di Kota Surabaya. Artinya, kontribusi PDRB Kota Surabaya terhadap Provinsi Jawa Timur tumbuh luar biasa, hampir 25 persen.

"Ketika lembaga yang memiliki otoritas di bidang industri keuangan memiliki ruang untuk mengkoordinasikan secara lebih efektif dan produktif bagi Jatim dan itu menjadi penting karena masih banyak ekonomi masyarakat yang lesu pasca PPKM Darurat di Juli dan PPKM berlevel di Agustus," urainya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved