Berita Enertainment
Rizky Billar & Lesti Kejora Diduga Langgar Syariat, Ketua KPI Temukan Indikasi Pemalsuan Dokumen
Kisruh pernikahan Rizky Billar dan Lesti Kejora tak kunjung mereda. Hingga kini, keduanya masih harus berurusan dengan pihak pelapor.
Penulis: Akira Tandika Paramitaningtyas | Editor: Iksan Fauzi
SURYA.CO.ID - Kisruh pernikahan Rizky Billar dan Lesti Kejora tak kunjung mereda. Hingga kini, keduanya masih harus berurusan dengan pihak pelapor yang menduga mereka melanggar syariat.
Hal itu seperti yang diungkapkan Ketua Kongres Pemuda Indonesia (KPI) Jawa Timur, Edi Prasetio dalam tayangan Youtube Star Story, Jumat (8/10/2021).
Menurut Edi Prasetio, pernikahan Rizky Billar dan Lesti Kejora diduga melanggar dua perkara.
Baca juga: Lesti Kejora Dapat Peringatan Nikita Mirzani, Sebut Soal Popularitas dan Perubahan Sikap: Biasa Aja
Bahkan, dia juga menyelipkan beberapa pasal yang diduga sudah dilanggar Rizky Billar dan Lesti Kejora.
Yang pertama adalah perihal pembohongan publik yang dituding telah dilakukan Rizky Billar dan Lesti.
Pasalnya, keduanya ternyata sudah menikah siri di awal tahun, dan kembali mengadakan rangkaian pernikahan karena terikat kontrak.
Keduanya bahkan mengadakan dua kali lamaran dan dua kali ijab kabul yang dinilai melanggar syariat.
Selain itu, ada pula indikasi pemalsuan dokumen pada saat keduanya mencatatkan pernikahan mereka ke KUA.
Rizky Billar dan Lesti saat itu menyatakan bahwa dirinya masih berstatus lajang, padahal sejatinya sudah menikah.
"Aduannya yang kita gunakan pasal 266 terkait keterangan palsu atau pembohongan publik, dan undang-undang nomer 1 tahun 1946 terkait peraturan hukum pidana, yaitu pasal 14 dan 15," beber Edi Prasetio, dikutip dari Tribun Wow dalam artikel "Bukan karena Nikah Siri, Rizky Billar dan Lesti Kejora akan Dilaporkan atas 2 Perkara Berikut".
"Yang di mana pasal 266 itu ancaman hukumannya 7 tahun, pasal 14 itu ancamannya 10 tahun."
Edi Prasetio menjelaskan bahwa pihaknya tak mempermasalahkan nikah siri yang dilakukan Lesti dan Rizky Billar.
Hanya saja, keduanya sudah membuat gaduh dengan sengaja menyembunyikan dan justru mengulang prosesi.
Padahal, dalam prosedurnya, seharusnya Rizky Billar dan Lesti tinggal mengajukan isbat dan bukannya kembali menggelar ijab kabul
Pihak KPI menegaskan bahwa aduannya tersebut bukan bertujuan untuk memenjarakan pasangan Leslar.
Hanya saja, Edi Prasetio merasa perlu memberi edukasi pada masyarakat agar kegaduhan serupa tak terulang.
"Kalau nikah sirinya tidak bermasalah, yang kita permasalahkan teknis pencatatannya di KUA, itu saja," terang Edi Prasetio.
"Itu untuk mengedukasi publik agar tidak gaduh terkait pernikahan siri ini."
Pihak KPI meminta Rizky Billar dan Lesti untuk meminta maaf secara terbuka melalui konferensi pers.
Apabila permintaan maaf tersebut dilakukan, maka pihaknya akan mencabut aduan.
Namun, bila tak ada itikad baik dari keduanya, pihak KPI tak segan untuk melakukan pelaporan.
"Kami ikuti prosedur yang akan dilakukan oleh pihak kepolisian, otomatis kan ada penyelidikan nanti," terang Edi Prasetio.
"Kalau tidak ada upaya penyampaian maaf ke publik ya kita lanjut ke laporan."
Alasan Rizky Billar Nikah Siri
Ternyata, Rizky Billar memiliki pertimbangan tersendiri sehingga nekat menikahi Lesti secara siri pada bulan April lalu.
"Alasan saya akhirnya memutuskan kita nikah agama dulu itu adalah bentuk komitmen saya pada Bapak," ungkap Rizky Billar dikutip kanal YouTube Indosiar, Rabu (6/10/2021).
"Di mana saat bulan ke dua pertemuan kami, bapak sudah berpesan pada saya untuk menjaga marwah Dedek."
Menurut aktor tersebut, ia menikahi Lesti setelah rencana rangkaian acara yang akan tayang di TV rampung disusun.
Pasalnya, selepas itu mereka harus mengurus berbagai vendor dan sering rapat berdua ke luar kota.
"Kami memutuskan menikah secara agama setelah kita sudah memutuskan plan awal di mana kita sudah ada time line rangkaian acara yang sudah kita sepakati."
Di sisi lain, Rizky Billar mengaku sudah tahu bahwa kabar pernikahan sirinya akan menimbulkan fitnah dan kehebohan.
Namun, ia bersedia menerima segala konsekuensi meski melibatkan nama baik Lesti.
"Lalu sampai pada akhirnya menjadi menjadi fitnah, itu sebenarnya kita sudah sadar konsekuensinya," terang Rizky Billar.
"Setelah kita mempunyai planning awal untuk menikah di bulan tujuh, resepsi di bulan tujuh pula dan beberapa acara tersebut, kita sudah sadar bahwa, 'Sayang, ini pasti akan menjadi bola liar nantinya'."
"Tapi kita berpikir ya sudahlah, kita lakukan ini intinya kita enggak pernah takut salah di mata manusia, kita lebih takut salah di mata Tuhan."
Rizky Billar dan Lesti sepakat tak mau menanggapi komentar buruk tentang mereka.
Keduanya merasa bahwa keputusan yang diambil tersebut sudah benar.
Mengingat, mereka harus sering berdua untuk mengurus pernikahan secara negara.
"Dan masalah orang berpikir apa pun itu kembali ke perspektif masing-masing," ujar Rizky Billar.
"Yang pasti kami melakukan ini atas dasar untuk menjaga agar kami lebih leluasa dalam bertemu vendor, di mana intensitas pertemuan kami lebih sering, kami lebih sering bareng ke Bandung, untuk meeting vendor."