Breaking News:

LIGA INGGRIS

LIGA INGGRIS, Pemerintah Saudi Resmi Beli Klub Newcastle United, Seharga Rp 5,8 Triliun

Perusahaan milik pemerintah Arab Saudi secara resmi mengambil alih kepemilikan klub Liga Inggris, Newcastle United

Editor: Suyanto
Biro Pers Sekretariat
DOKUMEN - Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz al-Saud saat berkunjung ke Indonesia, disambut Presiden Joko Widodo di Istana Bogor, Rabu (1/3/2017). Pemerintah Arab Saudi secara resmi mengambil alih kepemilikan klub Liga Inggris, Newcastle United. 

SURYA.co.id I NEWCASTLE - Perusahaan milik pemerintah Arab Saudi secara resmi mengambil alih kepemilikan klub Liga Inggris, Newcastle United, dengan 300 juta pounds atau setara Rp 5,8 triliun.

Dikutip dari Kantor berita AFP pada Kamis (7/10/2021), pembelian Newcastle United dilakukan oleh perusahaan bernama Public Investment Fund (PIF).

Dikutip dari situs web resminya, PIF adalah lembaga penampung dana umat (Sovereign Wealth Fund) milik Pemerintah Kerajaan Arab Saudi.

Sovereign Wealth Fund merupakan dana investasi milik negara dari uang yang dihasilkan oleh pemerintah, dan sering kali berasal dari cadangan surplus suatu negara, menurut penjelasan Investopedia.

Diberitkan AFP, meski PIF tersebut merupakan perusahaan negara, dalam kesepatakan pengambilalihan Newcastle United sudah dimuat klausul, yang isinya menjamin pemerintah Arab Saudi tidak akan ikut mengendalikan klub berjuluk The Toon Army tersebut.

Mengenal PIF Arab Saudi

Dikutip dari situs web PIF, bahwa perusahaan ini memiliki misi memimpin pembangunan ekonomi lokal, melokalisasi teknologi dan pengetahuan mutakhir, memperluas portofolio aset internasional, berinvestasi di sektor dan pasar global dengan membangun kemitraan strategis, dan meluncurkan inisiatif untuk membantu mewujudkan Visi 2030.

Baca juga: LIGA INGGRIS, Hasil Matchday 7 dan Klasemen, Chelsea di Puncak, Newcastle United Zona Degradasi

PIF didirikan pada 1971 di bawah Dekrit Kerajaan No (M/24), yang awalnya untuk membantu mendirikan perusahaan-perusahaan yang sangat penting bagi perekonomian Arab Saudi.

Kemudian, PIF dirombak pada Maret 2015 ketika Dewan Menteri Kerajaan mengeluarkan Resolusi 270.Resolusi tersebut berisi penempatan SWF di bawah arahan Dewan Urusan Ekonomi dan Pembangunan (CEDA) yang baru dibentuk, dan Putra Mahkota Mohammed bin Salman ditunjuk sebagai Ketua PIF.

"Langkah besar ini memberi PIF otonomi yang lebih luas dan tanggung jawab strategis nasional yang lebih jelas," demikian keterangan di situs webnya.

Kekayaan PIF

Dikutip dari daftar swfinstitute.org, PIF menempati urutan ke-9 di dunia dalam deretan SWF terkaya. Kekayaan PIF adalah 430 miliar dollar AS (Rp 6,11 kuadriliun), tertinggi ke-8 di Asia dan terkaya ke-3 di Timur Tengah. Peringkat pertamaterkaya diduduki oleh Norway Government Pension Fund Global, SWF milik Norwegia dengan kekayaan 1,36 triliun dollar AS (Rp 19,4 kuadriliun).

Dengan dana sebanyak itu, PIF menginvestasikan kekayaannya ke 13 sektor yaitu konstruksi, finansial, hiburan dan olahraga, telekomunikasi dan IT, kedirgantaraan dan pertahanan, pertambangan, energi terbarukan, pangan dan agrikultur, kesehatan, retail, otomotif, transportasi dan logistik, serta real estate. Di Newcastle United, PIF mengambil alih 80 persen saham.

Akuisisinya dinilai dapat mengubah nasib The Magpies, julukan lain klub, yang belum pernah memenangi trofi mayor lagi sejak 1969. Newcastle United bahkan sempat dua kali terdegradasi di masa kepemilikan Mike Ashley selama 14 tahun.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Siapa dan Berapa Kekayaan PIF, Pembeli dan Pemilik Baru Newcastle United

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved