Breaking News:

Berita Gresik

Bantu Kelancaran Vaksinasi Covid-19 di Gresik, Petugas Kesehatan Datangi Lansia dan Berikan Sembako

Petugas kesehatan di Gresik door to door melakukan vaksinasi Covid-19 kepada masyarakat, terutama kepada warga lanjut usia

Penulis: Willy Abraham | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Willy Abraham
Musyarofah (tiga dari kiri) menerima bantuan sembako di kediamannya usai menerima vaksin Covid-19, Jumat (8/10/2021). 

SURYA.CO.ID, GRESIK – Vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Gresik yang masih berada di angka 64 persen, terus dikebut. Petugas kesehatan door to door melakukan vaksinasi kepada masyarakat, terutama kepada warga lanjut usia (Lansia).

Meskipun dosis vaksin bisa didapatkan secara gratis dari pemerintah melalui puskesmas ditiap-tiap kecamatan, namun di Kecamatan Manyar, vaksinator dari Puskesmas Manyar bersama Bhabinkamtibmas Polsek Manyar melakukan gerebek vaksin Covid-19 ke rumah-rumah masyarakat lansia, Jumat (8/10/2021).

Tercatat, di wilayah pelayanan Puskesmas Manyar terdapat 1.757 lansia. Dan yang telah menerima vaksinasi Covid-19 sejumlah 1.349, sedangkan 408 lansia belum bisa menerima dosis vaksin.

Kepala UPT Puskesmas Manyar, dr Ovaldo Kurniawan mengatakan, faktor penyakit penyerta membuatnya tidak bisa serta merta melakukan vaksinasi.

"Lansia yang belum menerima vaksinasi karena kondisi kesehatan yang belum memungkinkan." kata dr Ovaldo.

Musyarofah (71) seorang lansia warga Desa Pongangan RT 07 RW 01, Kecamatan Manyar, awalnya mengaku kaget didatangi mobil patroli polisi di kediamannya. Ternyata yang turun tenaga medis, didampingi Bhabinkamtibmas.

Setelah dijelaskan bidan desa setempat bahwa kedatangan tim vaksin ini untuk memberikan pelayanan vaksinasi Covid-19 di rumah warga, Musyarofah pun tersenyum. Ia lalu menjalani skrining dari vaksinator sebelum menerima suntikan vaksin Covid-19 di lengan sebelah kiri.

"Alhamdulillah saya sudah divaksin," ucapnya bersyukur usai divaksin.

Ia mengaku telah lama ingin menerima vaksin Covid-19. Namun sakit pengapuran tulang yang diderita bertahun-tahun, mengharuskannya memakai tongkat sebagai alat bantu melangkahkan kaki.

"Kaki kanan saya sakit pak. Kata dokter, saya tidak boleh berjalan jauh. Keseharian hanya di dalam rumah, paling-paling berjemur di depan rumah saat pagi hari," imbuh ibu tiga orang anak ini.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved