Breaking News:

Berita Nganjuk

Top 30 Kovablik Jatim 2021, Pemkab Nganjuk Presentasikan Pencegahan Stunting

Inovasi tersebut dengan memanfaatkan tanah pekarangan untuk ditanami buah, sayur dan tanaman obat keluarga (toga).

Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: Titis Jati Permata
Foto Istimewa Humas Pemkab Nganjuk
Plt Bupati Nganjuk, H Marhaen Djumadi mempresentasikan inovasi pencegahan stunting yang dilakukan salah satu desa di Kabupaten Nganjuk secara virtual dalam rangka Top 30 Kovablik Jawa Timur tahun 2021 

SURYA.CO.ID, NGANJUK - Pemkab Nganjuk mempresentasikan Cegah Stunting Dengan Memanfaatkan Bank Sampah, Pekarangan dan Kolam Lele (Ceting E Abah Kolel) secara virtual dalam rangka Top 30 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (Kovablik) Jawa Timur tahun 2021.

Plt Bupati Nganjuk, H Marhaen Djumadi menjelaskan, Ceting E Abah Kolel merupakan salah satu inovasi unggulan Pemerintah Desa (Pemdes) Senjayan, Kecamatan Gondang Kabupaten Nganjuk.

Inovasi tersebut dengan memanfaatkan tanah pekarangan untuk ditanami buah, sayur dan tanaman obat keluarga (toga).

Selain itu, mengoptimalan bank sampah untuk mendukung ekonomi keluarga, serta penyediaan kolam lele di setiap keluarga.

Atas inovasi tersebut, dikatakan Marhaen Djumadi, Pemdes Senjayan berhasil menggerakan masyarakat.

Terutama untuk mencegah terjadinya stunting, atau mencegah kondisi tinggi badan anak lebih pendek dibanding tingi anak seusianya yang ada di wilayah Desa Senjayan.

Baca juga: Pemkot Malang Mulai Rencanakan Uji Coba Pembukaan Tempat Wisata

"Inovasi Pemdes Senjayan ini cukup luar biasa dan membanggakan. Karena sudah terbukti inovasi tersebut mampu diimplementasikan dengan baik dan hal semacam inilah yang diperlukan untuk mendukung program-program pemerintah," kata Marhaen Djumadi, kemarin.

Diungkapkan Marhaen Djumadi, pada tahun 2018 angka stunting di Desa Senjayan sebesar 24,13 persen.

Angka tersebut melebihi standart yang ditetapkan World Health Organization (WHO) atau organisasi kesehatan dunia yakni sebesar 20 persen.

Namun pada tahun 2020, menurut Marhaen Djumadi, angka stunting di Desa Senjayan turun drastis dan hanya tinggal menyisakan menjadi 13,54 persensaja.

"Dan Alhamdulillah, tahun 2021 angka stunting 0 persen atau tidak ditemukan lagi kasus stunting di Desa Senjayan," tandas Marhaen Djumadi.

Kesuksesan inovasi Ceting E Abah Kolel tersebut, tambah Marhaen Djumadi, diharapkan bisa menjadi contoh dan bisa diterapkan di desa-desa lain di Kabupaten Nganjuk.

Dengan harapan Kabupaten Nganjuk Nganjuk terbebas dari stunting.

"Dan Inovasi Cetting E Abah Kolel bisa menjadi role model pencegahan stunting di Kabupaten Nganjuk atau daerah lain," tutur Kang Marhaen, panggilan akrab Marhaen Djumadi.

BACA BERITA NGANJUK LAINNYA

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved