Breaking News:

Berita Jember

Pemilik Konter Kena Getahnya, Ditahan Akibat Menadah Ratusan Tablet Curian dari SMKN 5 Jember

Kriteria kedua adalah tablet yang memiliki nomor imei antara tablet dan kotak sama serta terdapat kartu garansi dengan harga Rp 800.000.

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Deddy Humana
surya/sri wahyunik
Polsek Sukorambi merilis kasus pencurian ratusan tablet milik SMKN 5 Jember, Kamis (7/10/2021). 

SURYA.CO.ID, JEMBER - Tidak hanya mencuri, tetapi menjadi penadah barang curian juga termasuk kejahatan. Dalam kasus pencurian ratusan unit tablet milik SMKN 5 Jember, polisi juga menangkap dan menetapkan AW (39), sebagai tersangka, karena membeli alias menadah barang curian di konter miliknya.

AS adalah seorang wiraswasta warga Jalan Mojopahit Kelurahan Sempusari, Kecamatan Kaliwates. AW pula yang menjadi pemilik konter di Jalan Kalimantan, Kelurahan Sumbersari, yang membeli tablet-tablet hasil curian itu dari BY, tersangka pertama dalam kasus ini.

Kapolsek Sukorambi, AKP Sigit Budiyono menuturkan, penadah pencurian tablet curian itu diamankan, Rabu (6/10/2021). "Penangkapan (WA) ini berdasarkan dari pengakuan pelaku pencurian tablet milik SMKN 5 (BY) yang sudah tertangkap, dan ditemukan beberapa barang buktinya," ujar Sigit, Kamis (7/10/2021).

Menurut pengakuan BY, hasil penjualan tablet ke konter AW antara Rp 50 juta - Rp 80 juta. Polisi menyita barang bukti antara lain 36 nota penjualan tablet merek Advan. Itu merupakan merek dari semua tablet yang dijual BY di konter milik AW tersebut.

"Untuk pelaku penadah AW membeli tablet android merek Advan type 8001 dari pelaku dengan empat kriteria harga dengan perincian. Kriteria pertama tab yang memiliki nomor imei antara tab dan kotak tablet serta tidak terdapat kartu garansi, dengan harga Rp 500.000," lanjut Sigit.

Kriteria kedua adalah tablet yang memiliki nomor imei antara tablet dan kotak sama serta terdapat kartu garansi dengan harga Rp 800.000.

Sedang untuk kriteria ketiga, tablet yang memiliki nomor imei antara tablet dan kotak sama namun tidak ada kartu garansi dengan harga Rp 500.000. Dan kriteria keempat adalah tablet yang memiliki nomor imei antara tablet dan kotak sama namun kondisi tablet mati dengan harga Rp 300.000.

Tablet curian itu kemudian dijual dengan harga beragam mulai harga Rp 500.000 sampai Rp 1 juta.

Polisi menjerat penadah memakai Pasal 480 ayat 1e dan 2e dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara.

Seperti diberitakan sebelumnya, polisi menangkap seorang staf honorer SMKN 5 Jember. Staf berinisial BY itu mencurinya sejak Januari lalu, sampai akhirnya mencapai ratusan unit tablet. ****

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved