Breaking News:

Berita Bangkalan

Inisial Korban Pembakaran Muncul, Jajaran Polres Bangkalan Mendadak 'Berhemat' Berikan Penjelasan

Padahal kasus itu menjadi perbincangan khalayak setelah video dengan tayangan sebuah kerangka satu unit sepeda motor hangus dilalap api.

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Deddy Humana
surya/ahmad faisol
Pejabat Sementara Kasi Humas Polres Bangkalan, Iptu Sucipto di hadapan barang bukti kerangka motor milik Mr X yang dibakar massa di Desa Duwe’ Butir, Kecamatan Kwanyar, Selasa (5/10/2021). 

SURYA.CO.ID, BANGKALAN – Kasus pria diduga pelaku pencurian yang dibakar massa di Desa Duwe’ Buter, Kecamatan Kwanyar, Kabupaten Bangkalan, Selasa (5/10/2021) mulai ada titik terang. Informasinya, Polres Bangkalan telah mengantongi nama korban yang menjadi korban main hakim sendiri oleh masyarakat itu.

Hanya, polisi ternyata memilih berhemat. Maksudnya, irit bicara alias hemat memberi penjelasan kepada wartawan mengenai identitas korban.

Padahal kasus itu menjadi perbincangan khalayak setelah video dengan tayangan sebuah kerangka satu unit sepeda motor hangus dilalap api. Dalam video berdurasi 43 detik itu, terdengar suara warga menyebutkan, ‘Pembakaran maling, dibakar massa, adhek potton (ludes gosong)’.

“Korban (pembakaran) berinisial R, warga Desa Parseh. Namun untuk detailnya saya masih menunggu statemen (pernyataan) kasatreskrim. Saya belum mengetahui perkembangan penyelidikannya,” singkat Pejabat Sementara Kasi Humas Polres Bangkalan, Iptu Sucipto kepada SURYA, Kamis (7/10/2021).

Tidak hanya Sucipto, penghematan pun ternyata juga ditunjukkan Kapolres Bangkalan, AKBP Alith Alarino. Pihak kepolisian tampak sangat berhati-hati dalam pengungkapan pembakaran R yang diduga sebagai pelaku pencurian.

“Step by step (langkah-langkah), nanti biar Pak Sigit (Kasatreskrim) yang menjelaskan, perkembangannya memang kami linierkan ke Kasatreskrim. Setelah ada pengungkapan barulah saya,” singkat Alit melalui saluran seluler.

Sebelumnya, pihak kepolisian menyatakan tindakan main hakim sendiri dengan cara membakar hingga merenggut nyawa orang lain, tetap tidak bisa dibenarkan.

Kasatreskrim Polres Bangkalan, AKP Sigit Nursiyo Dwiyugo menegaskan, pihaknya akan menindaklanjuti dengan mendalami terkait tindakan masyarakat yang telah melakukan pembunuhan dengan cara membakar orang yang diduga pelaku pencurian.

“Apabila alat bukti terpenuhi akan kami tetapkan sebagai tersangka, karena negara kita ini negara hukum,” tegas Sigit saat ditemui sejumlah awak media di Mapolres Bangkalan, Selasa (5/10/2021) lalu.

Karena itu, lanjut Sigit, pihaknya akan menindaklanjuti dengan melakukan pendalaman apakah betul telah terjadi pencurian di wilayah tersebut, siapa korban dari pencurian, apa yang dicuri sehingga masyarakat melakukan tindakan pembakaran.

“Sehingga kami bisa menentukan apakah betul telah telah terjadi pencurian hingga masyarakat bertindak demikian. Korban ditangkap warga pada pukul 03.00 WIB, kepala desa melapor ke polsek (Kwanyar) pada pukul 08.00 WIB,” pungkasnya. ****

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved