Breaking News:
Grahadi

Pemprov Jatim

Gubernur Khofifah Ajak Dekopin Gencarkan Transformasi Digital untuk Koperasi dan UMKM

Gubernur Khofifah mengajak seluruh elemen Dekopin untuk sama-sama mendorong dan menggencarkan transformasi digital bagi sektor koperasi dan UMKM.

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Fatimatuz Zahro
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa memberikan arahan khusus dalam Rakernas II Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin), Kamis (7/10/2021). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa memberikan arahan khusus dalam Rakernas II Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin), Kamis (7/10/2021).

Gubernur Khofifah mengajak seluruh elemen Dekopin untuk sama-sama mendorong dan menggencarkan transformasi digital bagi sektor koperasi dan UMKM.

“Tranformasi digital di UMKM itu sebuah keniscayaan dan tidak bisa ditunda. Menurut prediksi Jack Ma di tahun 2030, ekonomi dunia akan sangat banyak bergantung ke UMKM,” kata Khofifah.

Masih menurut prediksi Jack Ma, di tahun 2030 mendatang yang artinya 9 tahun ke depan, UMKM di dunia 99 persen akan bergerak di lini online. Dari jumlah itu 85 persen akan berjualan di e-commerce.

Maka kondisi itu harus disiapkan mulai saat ini, di mana para pelaku UMKM harus segera menggeser perspektifnya dari yang semula berusaha berdagang secara manual menjadi digital.

“Di Pemprov Jatim itu kami bangun ekosistemnya. Bersama BI kami bangun Rumah Kurasi, ini pertama di Indonesia. Dan oleh Disperindag, rumah kurasi telah direplikasi dengan membentuk pondok kurasi yang saat ini sudah ada delapan titik di Jatim,” tegasnya.

Bahkan oleh Kementerian Perdagangan, telah dibangunkan juga export center khusus untuk UMKM di Jawa Timur. Oleh sebab itu, Khofifah mengajak Dekopin yang nanti akan kembali ke daerahnya masing-masing untuk mengajak kadinnya untuk sama-sama memiliki badan standarisasi.

“Supaya ada standarisasi dan ada pendampingan pada UMKM dan koperasi yang bersertifikat. Karena mau tidak mau koperasi dan UMKM memang harus dikembangkan karena backbone ekonomi Jatim ya koperasi dan UMKM ini,” tegas Khofifah lagi.

Selain itu, Gubernur Khofifah juga menyampaikan program Pemprov Jatim yang kini tengah digencarkan juga, yaitu communal branding. Hal itu juga harus disiapkan ketika lembaga standarisasinya sudah siap.

Pasalnya jika kebutuhan ekspor produk UMKM maupun koperasi sudah tinggi, maka bagaimana suplai bisa terjaga ada sebuah tantangan. Oleh sebab itu communal branding akan menjadi solusi.

“Itu pentingnya rumah kurasi, communal branding dan standarisasi. Di Jatim yang sudah mengarah communal branding adalah kopi. Mengapa saya cerita ini, karena saya ingin mengajak sinergi dan kolaborasi. Jangan bermimpi bisa sendiri dan masuk global market. Hari ini kita harus kolaborasi,” kata Gubernur Khofifah yang juga Ketua Umum IKA Unair itu.

Maka dalam rakernas ini, ia berpesan agar semua mulai ancang-ancang menyusun program di mana bisa bersinergi dengan Pemprov Jatim. Agar langkah akseleratif memajukan pelaku koperasi dan UMKM di Jatim dan Indonesia bisa segera terwujud.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved