Breaking News:

Berita Magetan

Di Magetan, Botol Plastik Rp 1000 Disulap Jadi Mebel Berharga Jutaan; Dijual ke Seluruh Indonesia

Pegolahan botol-botol bekas menjadi mebeler tersebut sudah dilakukan para perajin dari anggota Bank Sampah Sapu Jagad (BSSJ) Magetan,

Penulis: Doni Prasetyo | Editor: Deddy Humana
Di Magetan, Botol Plastik Rp 1000 Disulap Jadi Mebel Berharga Jutaan; Dijual ke Seluruh Indonesia - kerajinan-sofa-dari-botol-bekas-magetan1.jpg
surya/doni prasetyo
Sofa botol plastik menarik minat warga Madiun yang mampir di galeri Bank Sampah Sapu Jagad (BSSJ) Magetan.
Di Magetan, Botol Plastik Rp 1000 Disulap Jadi Mebel Berharga Jutaan; Dijual ke Seluruh Indonesia - kerajinan-sofa-dari-botol-plastik-magetan2.jpg
surya/doni prasetyo
Kegiatan membuat Sofa dari botol plastik di galeri Bank Sampah Sapu Jagad (BSSJ) Magetan.

SURYA.CO.ID, MAGETAN - Sampah plastik, khususnya botol plastik bekas minuman, menjadi penyumbang polusi air yang kerap memicu banjir. Tetapi dengan pengolahan yang tepat, botol-botol plastik bekas itu bisa disulap menjadi barang bernilai guna dan ekonomis, salah satunya menjadi sofa.

Pegolahan botol-botol bekas menjadi mebeler tersebut sudah dilakukan para perajin dari anggota Bank Sampah Sapu Jagad (BSSJ) Magetan, dan bisa bernilai jutaan rupiah.

Siapa sangka sofa cantik dan eksotik yang dipamerkan di BSSJ itu terbuat dari sampah botol plastik. Bahkan saking indahnya mebeler sofa botol plastik itu terlihat unik dan punya nilai seni tinggi.

Sehingga satu set sofa botol plastik (sofbotik) yang terdiri dari empat kursi dan satu meja bisa dihargai Rp 1,5 juta. Kerajinan di BSSJ itu bahkan sudah menembus pasar di seluruh Indonesia.

"Kami sudah pernah mengirim mebeler ini ke Surabaya, Madiun, Bekasi. Bahkan, Pemkab Bekasi mengajak sejumlah Kepala Dinas dan Camat, melihat dan membeli
kerajinan daur ulang di galeri BSSJ," kata Direktur BSSJ Magetan, Juli Kuswanto kepada SURYA, Kamis (7/10).

Menurut Juli, botol botol plastik bekas air minum itu didapat dari sampah rumah tangga Desa Ringinagung, Kecamatan/Kabupaten Magetan. Setiap 1 KG sampah yang dimiliki setiap rumah tangga dihargai Rp 1.000.

"Kami yang jemput sampah-sampah itu dari rumah ke rumah dengan kendaraan roda tiga," kata Juli, yang kesehariannya sebagai ASN di Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur ini.

Setelah semua sampah terkumpul di gudang BSSJ, sepekan sekali para relawan dari Desa Ringinagung akan memilah sampah sampah yang terkumpul di gudang.

"Untuk anggota yang menyetor sampah, bisa mendapatkan uangnya setiap menjelang lebaran atau hari libur sekolah. Tahun ini, uang tabungan sampah warga digunakan untuk berwisata," tutur Juli.

Diungkapkan Juli, BSSJ didirikan setelah melihat sampah plastik berserakan, bahkan ada yang menumpuk di saluran air, sehingga menjadikan lingkungan banjir dan kumuh.

Juli enggan menyebut berapa omzet BSSJ dari pengolahan, pembuatan sampai transaksi mebel dari botol plastik bekas tersebut. Tetapi ia mengakui pihaknya sudah melayani pesanan mebel unik itu hampir ke seluruh Indonesia.

"Mendirikan BSSJ ini tahun 2015, dulu masih ada Karang Taruna. Kami menamakan Sapu Jagad ini karena sebuah doa, mudah-mudahan BSSJ berkembang menjadi pusat pembinaan ketrampilan warga,"pungkas Juli. *****

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved