Breaking News:

Berita Jember

BKSDA Wilayah III Jember Melepasliarkan 40 Ekor Monyet Ekor Panjang dan Ular Piton

BKSDA Wilayah III Jember bersama Jakarta Animal Aid Network (JAAN) dan Pemkab Jember melepasliarkan satwa ke Pulau Nusa Barung.

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Sri Wahyunik
Bupati Jember Hendy Siswanto, Wakil Bupati Jember MB Firjaun Barlaman, juga Kepala Bidang KSDA Wilayah III Jember RM Wiwied Widodo (kiri) dalam acara pelepasliaran 40 ekor monyet ekor panjang di Pantai Nyamplong Kobong, Gumukmas, Jember. 

SURYA.CO.ID, JEMBER - Bidang Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah III Jember bersama Jakarta Animal Aid Network (JAAN) dan Pemkab Jember melepasliarkan satwa ke Pulau Nusa Barung, Kamis (7/10/2021). Satwa liar yang dilepasliarkan adalah 40 ekor monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) dan empat ekor ular piton/sanca (Pythonidae).

Petugas melepasliarkan puluhan satwa itu dari Pantai Nyamplong Kobong, Desa Kepanjen, Kecamatan Gumukmas. Bupati Jember, Hendy Siswanto turut menyaksikan pelepasliaran tersebut.

Dari pantai tersebut, petugas dan aktivis JAAN harus menyeberangi lautan untuk ke Suaka Margasatwa (SM) Pulau Nusa Barung. Sebagai informasi, SM Nusa Barung berada di tengah lautan, dan secara administratif berada di Kecamatan Puger.

Kepala Bidang KSDA Wilayah III Jember, RM Wiwied Widodo menuturkan, ke 40 monyet ekor panjang dan 4 ekor ular tersebut merupakan hasil dari perampasan, penyerahan warga juga penyitaan.

"Ini dapatnya macam-macam, ada dari perampasan, juga ada dari warga yang menyerahkan ke kami, juga ada hasil pencegahan pengiriman ke Pulau Kalimantan," ujar Wiwied.

Satwa tersebut kemudian masih harus menjalani perawatan di tempat karantina.

Menurut Wiwied, perawatan membutuhkan waktu sekitar 2 tahun. Perawatan itu, antara lain terdiri atas, pengecekan kondisi kesehatan satwa juga pemantauan perilaku.

"Untuk memastikan kalau satwa memang sehat, dan pemantauan perilaku. Pemantauan perilaku ini untuk memastikan apakah satwa tersebut akan survive jika dilepasliarkan dan bertemu dengan satwa lain di lokasi barunya dan berkembang biak," tegas Wiwied.

Pelepasliaran itu juga dalam rangka memperingati Hari Satwa Sedunia 4 Oktober. Bidang KSDA Jember bersama JAAN dan Pemkab Jember memperingatinya memakai cara melepasliarkan satwa yang sudah dinyatakan siap dan bisa dilepasliarkan ke SM Nusa Barung.

"Kami memberi kebebasan kepada satwa-satwa ini," pungkas Wiwied.

Sementara itu, Bupati Hendy Siswanto mengaku berbahagia bisa turut serta melepasliarkan satwa tersebut.

"Satwa-satwa ini wajib kita kembalikan ke habitatnya, dan ini bagian dari kita semua untuk menjaga lingkungan dan ekosistemnya," ujar Hendy.

Menurutnya, penjagaan ekosistem SM Nusa Barung menjadi tanggung semua pihak. Oleh karena itu, kata Hendy, salah satu cara menjaganya tempat tersebut bisa dijadikan wisata alam untuk tujuan pendidikan.

"Bisa jadi wisata alam untuk hal khusus seperti edukasi, pendidikan tidak hanya bagi orang Jember, tapi juga seluruh warga Indonesia," pungkas Hendy.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved