Breaking News:

Lifestyle

Sosialita Surabaya Gemar Koleksi Ribuan Kain Batik Kuno

Seorang sosialita Surabaya Dian Kyriss sangat gemar mengoleksi banyak kain batik kuno.

Penulis: Febrianto Ramadani | Editor: Parmin
surya.co.id/febrianto ramadani
Tampilan salah satu koleksi kain batik sosialita Surabaya Dian Kyriss. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Seorang sosialita Surabaya Dian Kyriss sangat gemar mengoleksi banyak kain batik kuno. Perempuan dikenal sebagai pecinta batik tersebut memiliki ribuan koleksi batik klasik dari pelosok Nusantara. 

Menurutnya, ketika pada tanggal 2 Oktober sebagai peringatan Hari Batik Nasional, menjadi momen yang tepat untuk berbagi cerita menunjukkan rasa cinta kepada kain tradisional khas tanah air itu.

"Sudah lebih dari 10 tahun saya koleksi batik. Sekarang koleksi batik saya sudah lebih dari 2.000 an kain batik," ujar Dian, Rabu (6/10/2021).

Dirinya bercerita asal mula mengoleksi batik. Bermula dari rasa penasaran dengan harga kain batik yang mahal, membuat ia menjadi belajar arti dan makna dari kain batik.

Begitu mengetahui batik memiliki makna dan filosofi tinggi, Dian kemudian memutuskan untuk mengoleksinya dengan kekhususan kain batik klasik itu.

"Pernah  berkunjung ke galeri, lihat ada batik seharga Rp 15 juta. Kaget juga batik harganya bisa segitu, dari situ saya mulai belajar arti dan makna kain batik. Semakin saya mempelajarinya, semakin saya jatuh cinta sama batik," jelasnya.

Jenis batik yang dikoleksi, lanjut Dian, bermacam macam. Mulai dari batik Sidoarjo, Jogja, Solo, Pekalongan, Tasikmalaya, Lasem, Kalimantan, hingga Sumatera. Adapun batik tertua yang dikoleksi Dian berusia lebih dari 150 tahun.

"Batik tertua itu Saya dapatkan di kampung Jetis Sidoarjo, milik keluarga pembuat batik jaman dulu," ungkapnya.

Dian menambahkan, rata rata batik yang dikoleksi memang berusia tua. Untuk mendapatkan batik yang sesuai keinginannya, Dian rela berkeliling keluar masuk kampung hanya untuk mendapatkan kain batik tua. 

"Biasanya, datang ke kampung pembuat batik. Kemudian mencari home industri yang sudah lama, atau bertanya siapa tokoh masyarakat tertua di daerah kampung setempat yang suka menyimpan batik," paparnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved