Breaking News:

Berita Surabaya

Jambret Bersajam di Surabaya Incar Emak-emak, Kalung Ditarik, Wajah Dilukai Pisau

Kawanan bandit jalanan asal Maros, Sulawesi Selatan yang sering beraksi di Surabaya, dibekuk polisi.

Penulis: Firman Rachmanudin | Editor: Parmin
surya.co.id/firman rachmanudin
Anggota Unit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya memamerkan tersangka HB berikut barang bukti kejahatannya, Rabu (6/10/2021). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Kawanan bandit jalanan asal Maros, Sulawesi Selatan yang sering beraksi di Surabaya, dibekuk polisi.

Dua kaki jambret sadis itu pun dihadiahi timah panas petugas karena melawan saat ditangkap di rumah kosnya di Jalan Tambak Gringsing, Surabaya, Senin (4/10/2021) siang.

Tersangka adalah HB (28) warga Makmur D6 Sitaka, Kelurahan Raya, Kecamatan Turikale, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

HB merupakan residivis kasus pencurian yang pernah menjalani hukuman di Polsek Bajo, Makassar pada 2019 lalu.

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya Kompol Mirzal Maulana memastikan tidak akan memberi ruang pada aksi kejahatan jalanan di Surabaya.

Apalagi, para pelaku tak segan melukai korbannya saat beraksi.

"Prinsipnya kami tindak tegas segala bentuk kejahatan terutama kejahatan jalanan."

"Apalagi sampai berani melukai korbannya," tegas Mirzal, Rabu (6/10/2021).

Kejadian tersebut bermula saat HB bersama temannya yang kini dalam pengejaran, melihat korban Jumiati tengah duduk diatas motor sendirian di Jalan Tunjungan Surabaya, Kamis (30/9/2021) malam.

HB yang dibonceng temanny langsung turun setelah berhenti sekitar lima meter dari posisi korban berdiri.

Berbekal pisau dapur, HB lalu mengancam korban dan menarik paksa kalung yang dikenakan korban.

Tidak hanya itu, pisau yang dibawa olehnya langsung digunakan untuk melukai wajah korban.

"Tersangka dari Sulawesi Selatan tiba pada 26 September dan beraksi pada 30 September," imbuh Mirzal.

Selain jalan Tunjungan, HB juga mengaku telah beraksi serupa di sekitar Tugu Pahlawan, Jalan Pahlawan Surabaya.

"Hasil penyidikan dua kali beraksi. Saat ini pengakuannya kalung itu dijual dan uangnya untuk kebutuhan sehari-hari," tandasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved