Breaking News:

Pemprov Jatim

Denmark Tertarik Pengembangan Industri Transportasi hingga Agro di Jawa Timur

“Kami sangat terbuka dan menyambut positif negara yang ingin bekerjasama dengan Jawa Timur,” tutut Kepala DPM PTSP Pemrov Jatim Aris Mukiyono.

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Parmin
surya.co.id/fatimatuz zahro
Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP) Aris Mukiyono menyambut kedatangan Duta Besar Denmark untuk Indonesia H.E. Lars Bo Larsen dan rombongan di Kantor Pemprov Jatim, Rabu (6/10/2021). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Denmark menjajaki kerjasama peluang investasi di Jawa Timur. Rombongan kedutaan besar Denmark untuk Indonesia bertandang ke Kantor Pemprov Jatim, Rabu (6/10/2021), guna melakukan komunikasi dan penjajakan investasi.

Duta Besar Denmark untuk Indonesia H.E. Lars Bo Larsen bersama Wakil Duta Besar Denmark untuk Indonesia Soren Bindesboll, serta beberapa pejabat lainnya itu disambut langsung Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP) Aris Mukiyono. 

Aris Mukiyono pada kesempatan itu menyampaikan salam Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan secara gamblang menjelaskan potensi yang dimiliki Jawa Timur. Antara lain, potensi pariwisata, industri, pertanian, dan bergam lainnya. 

“Kami sangat terbuka dan menyambut positif negara yang ingin bekerjasama dengan Jawa Timur,” tutut Aris. 

Dia juga menyatakan kesiapan untuk menjembatani kerjasama antara pemerintah provinsi dengan Denmark. Aris yakin, Kerjasama tersebut akan memberi hasil positif pada pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur. 

Beberapa potensi yang disampaikan kemarin cukup menarik perhatian rombongan duta besar Denmark untuk Indonesia.

Salah satu potensi yang menjadi sasaran adalah industri, transportasi, industri agro, dan maritim. 

Duta Besar Denmark untuk Indonesia H.E. Lars Bo Larsen mengapresiasi pertemuan tersebut. Menurut dia, Indonesia dan Denmark memiliki kesamaan pada sektor maritim. Karena itu, Larsen ingin fokus pada sektor tersebut. 

“Kami memiliki bayangan untuk membangun industri perkapalan, kami juga berangan angan industri ini menjadi yang terbesar di Asia,” katanya. 

Dalam waktu dekat, Denmark akan mengirim tenaga ahli untuk mendukung rencana tersebut. Harapannya, industri yang dibangun memiliki basis teknologi yang kuat. 

“Kami optimistis ini akan menarik perhatian pasar di sekitar Asia dan Asia Tenggara,” ucapnya. 

Pada pertemuan itu, Larsen juga mengungkapkan keinginan Denmark untuk mendirikan konsulat jendral Denmark di Surabaya.

Langkah tersebut untuk mendukung proyeksi kerjasama antara Denmark dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. 

Di sisi lain, sejatinya kerjasama bilateral seperti dengan Denmark ini bukan kali pertama dijajaki pemerintah provinsi Jawa Timur.

Ada beberapa negara yang melakukan hal serupa. Seperti Maroko, Belanda, India, serta berbagai negara lainnya. Mereka datang menggali dan mengoptimalkan potensi yang dimiliki Jawa Timur.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved