Breaking News:

Berita Tulungagung

Bela Nama Tulungagung di Liga3, Perseta Andalkan Pemain Lokal Tanpa Bantuan Dana dari Pemkab

Mereka juga turut terlibat dalam latihan di Lapangan Desa Pucunglor, Kecamatan Ngantru, tempat latihan sementara Perseta.

Penulis: David Yohanes | Editor: Deddy Humana
surya/david yohanes
Para pemain Perseta Tulungagung berlatih di Lapangan Desa Pucunglor, Kecamatan Ngantru, Rabu (6/10/2021). 

SURYA.CO.ID, TULUNGAGUNG - Salah satu kontestan Liga3 Jatim, Perseta Tulungagung terus memperkuat kerangka timya untuk tampil di kompetisi meski musim ini dipastikan harus membiayai perjalanannya secara mandiri.

Tim di bawah asuhan Efendi Hendrawan ini telah mempunyai kerangka tim berisi 18 pemain. Sejauh ini, Perseta masih menyeleksi sejumlah pemain untuk menggenapi kuota 30 pemain.

“Insya Allah dua minggu lagi sudah fixed, dan kami akan mendaftarkan 30 pemain ke Asprov PSSI,” terang Manajer Perseta Tulungagung, Eko Tomy Hartanto, Rabu (6/10/2021).

Saat ini ada sekitar 22 pemain yang mengikuti seleksi di Perseta. Mereka juga turut terlibat dalam latihan di Lapangan Desa Pucunglor, Kecamatan Ngantru, tempat latihan sementara Perseta.

Menurut Tomy, nantinya Perseta akan mengutamakan pemain asli Tulungagung. “Sejauh ini ada lima pemain dari Kediri, dua dari Blitar dan satu dari Papua. Sisanya dari Tulungagung,” sambung Tomy.

Diharapkan pemain binaan asli Tulungagung ini bisa menunjukkan kualitas selama tampil di kompetisi, agar menjadi contoh adik-adiknya di SSB maupun klub internal.

Perseta berada satu grup dengan Arema Indonesia, Akademi Arema Ngunut, Blitar Putra dan Mojokerto FC. Tim ini melakoni laga pertama melawan Arema Indonesia pada 4 November 2021 di Stadion Penataran Blitar.

“Kami menargetkan memetik kemenangan di pertandingan pertama melawan Arema Indonesia,” ucap Tomy.

Tomy pun berharap dukungan penuh suporterTulungagung berjuluk Laskar Badai Selatan (Lasbas) selama kompetisi nanti. Tahun ini menjadi kompetisi pertama bagi Perseta di mana klub itu harus berjuang secara mandiri dari sisi keuangan.

Perseta tidak akan mendapat dana hibah dari Pemkab Tulungagung melalui KONI, meski berjuang membela nama Tulungagung. Tetapi Perseta pun tidak seharusnya masuk kategori tim miskin.

Masih menurut Tomy, pendanaan sepenuhnya dari kantong pribadi para pihak yang peduli. Sebab Perseta membutuhkan sekitar Rp 200 juta jika bisa menembus ke tingkat nasional. “Kami menargetkan untuk lolos babak grup dulu. Sejauh ini tidak ada kendala, semua berjalan lancar,” pungkasnya. ****

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved