Breaking News:

Berita Jember

Awalnya Ambil 2 Unit, Staf TU SMKN 5 Jember Ketagihan Mencuri 100 Tablet; Mengaku Untuk Bayar Utang

Saat mengecek gudang, Sutikno menemukan isi kardus tablet berkurang. Setiap kardus seharusnya berisi 10 tablet, namun sejumlah kardus tidak utuh.

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Deddy Humana
surya/sri wahyunik
SMKN 5 Jember di Desa Jubung, Kecamatan Sukorambi yang menjadi lokasi pencurian. 

SURYA.CO.ID, JEMBER - Kebiasaan buruk bisa berawal dari coba-coba. Itu yang dilakukan BY (34), seorang tenaga honorer di SMK Negeri 5 Jember yang ditangkap polisi karena mencuri ratusan unit tablet milik sekolah di mana ia bekerja.

Staf TU yang juga warga Kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates Jember itu awalnya hanya mencoba mengutil satu atau tiga unit tablet dari gudang. Tetapi karena tak ketahuan, ia malah seperti ketagihan dan lantas mengulangi sampai ada ratusan tablet yang dicurinya.

Kini pelaku sudah ditahan di Polsek Sukorambi. Pencurian ratusan unit tablet itu diketahui dari laporan pihak sekolah ke Polsek Sukorambi.

Awalnya, Kepala Tata Usaha SMKN 5 Jember, Sutikno mengecek inventaris sekolah di gudang penyimpanan. Sutikno berniat juga mengecek tablet bantuan dari Kemendikbud yang diterima pada 2019.

Saat mengecek gudang, Sutikno menemukan isi kardus tablet berkurang. Setiap kardus seharusnya berisi 10 tablet, namun sejumlah kardus tidak utuh. Bahkan ada 30 kardus yang kosong. Setidaknya ada 300 unit yang hilang.

Sutikno pun mengecek kepada orang di internal sekolah. Sebab, tidak ada kerusakan benda di gudang tersebut, baik kerusakan pintu atau jendela. Pihak sekolah memberi waktu kepada siapapun di internal sekolah untuk mengembalikan sabak itu dalam waktu 1x24 jam.

Pihak Tata Usaha yakin barang itu tersimpan di gudang secara utuh, karena memang belum dipinjamkan kepada murid. Sebab tidak lama setelah bantuan itu datang, pandemi melanda sehingga pembelajaran jarak jauh diberlakukan.

Namun karena selama 1x24 jam, tidak ada yang mengembalikan tablet, sehingga pihak sekolah melaporkannya ke Polsek Sukorambi.

Penyelidikan pun berjalan. Sampai akhirnya, penyelidikan mengarah kepada BY, tenaga honorer bagian staf TU SMKN 5 Jember. Awalnya polisi menemukan empat unit tablet dari tangan BY. Merek tablet itu sama dengan merek tablet milik SMKN 5, lengkap dengan kardus tabletnya.

Penyelidikan terus dikembangkan. BY lantas mengakui telah mencuri 100 tablet. Namun BY awalnya mengaku tidak memiliki niat mencuri tablet tersebut.

Pencurian bermula pada Januari 2021. BY yang mempunyai akses keluar masuk gudang penyimpanan tablet itu tiba-tiba muncul niat jahat mengambil tablet itu. Ia beralasan membutuhkan uang untuk biaya hidup dan membayar utang.

Awalnya ia hanya mengambil dua - tiga unit tablet saat jam istirahat. Karena perbuatannya berjalan mulus, ia malah keterusan sampai mengaku mencuri hingga 100 tablet.

“Pelaku memanfaatkan situasi saat petugas yang menjaga gudang penyimpanan tablet lengah. Dari total 378 unit tablet yang hilang, tersangka mengaku hanya mencuri sebanyak 100 unit,” ujar Kanit Reskrim Polsek Sukorambi, Aipda Teguh Siswanto, Rabu (6/10/2021).

Ratusan tablet itu dijualnya ke sebuah konter di Jalan Kalimantan, Kecamatan Sumbersari. Setiap tablet dijual seharga Rp 500.000 sampai Rp 800.000. Ketika menjual, BY beralasan kalau barang-barang tersebut milik temannya yang konternya sudah tutup.

Pihak konter menerima tablet-tablet itu karena tablet itu dilengkapi dengan kardus pembungkusnya. Kini polisi terus mengembangkan kasus tersebut. Polisi menjerat BY memakai Pasal 362 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara. ***

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved