Breaking News:

Berita Mojokerto

Begini Cara Wabup Gus Barra Tekan Lonjakan Angka Kemiskinan 10,75 Persen di Kabupaten Mojokerto

Pemkab Mojokerto berupaya menekan angka kemiskinan dengan melakukan pemetaan di sejumlah wilayah yang mengalami perlambatan pertumbuhan ekonomi.

Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Mohammad Romadoni
Wakil Bupati Mojokerto, Muhammad Albarraa. 

SURYA.CO.ID, MOJOKERTO - Pemkab Mojokerto berupaya menekan angka kemiskinan dengan melakukan pemetaan di sejumlah wilayah yang mengalami perlambatan pertumbuhan ekonomi.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Mojokerto, penduduk miskin mengalami kenaikan 0,82 persen menjadi 10,57 persen.

Wakil Bupati Mojokerto, Muhammad Albarraa (Gus Barra) mengatakan, angka kemiskinan dinilai masih tinggi mencapai 10,57 % dari total jumlah penduduk sekitar 1,2 juta jiwa. Sesuai data penduduk miskin mencapai 9,75 persen di tahun 2019 dan kini melonjak 10,57 persen.

"Iya, memang ada peningkatan kemiskinan dari selama Pandemi naik sekitar 10 persen," ungkapnya, Selasa (5/10/2021).

Gus Barra sekaligus Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Kabupaten Mojokerto, bakal berkoordinasi dengan instansi OPD terkait termasuk Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) guna mengatasi penduduk miskin di 18 kecamatan tersebut.

"Kami koordinasi dengan OPD, jadi saya harus tahu daerah di kecamatan mana yang banyak angka kemiskinan itu dan jenisnya, apakah jaminan sosial, infrastruktur misalnya di daerah pinggiran perlu ditunjang agar tidak terjadi perlambatan ekonomi," bebernya.

Kepala BPS Kabupaten Mojokerto, Mohammad Farikhin mengaku, kenaikan penduduk miskin di Mojokerto memang melonjak cukup signifikan akibat dampak pandemi Covid-19.

"Kenaikan 0,82 persen selama pandemi. Untuk data terbaru 2021, kami masih menunggu dari provinsi," jelasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved