Breaking News:

Berita Surabaya

Makin Mudah, BPN Jatim Percepat Sertifikasi Aset Wakaf NU dan Muhammadiyah 

Ketua Kanwil BPN Jatim Jonahar bersama Ketua PWNU Jatim KH Marzuki Mustamar dan Ketua PW Muhammadiyah Jatim KH Saad Ibrahim seusai menandatangani MoU

Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Parmin
surya.co.id/nuraini faiq
Ketua Kanwil BPN Jatim Jonahar bersama Ketua PWNU Jatim KH Marzuki Mustamar dan Ketua PW Muhammadiyah Jatim KH Saad Ibrahim seusai menandatangani MoU percepatan sertifikasi tanah untuk kedua organisasi keagamaan tersebut, Senin (4/10/2021). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Kabar gembira bagi organisasi keagamaan NU dan Muhammadiyah di Jatim untuk menuntaskan aset dan tanah wakaf mereka.

Kanwil BPN Jatim memberi kemudahan dan percepatan serifikat seluruh tanah untuk kedua organisasi keagamaan tersebut.

"Silakan inventarisasi dan daftarkan ke kami semua aset dan tanah wakaf. BPN Jatim akan lakukan percepatan sertifikasi," kata Kepala Kanwil BPN Jatim Jonahar usai penandatanganan dengan kedua organisasi keagamaan itu, Senin (4/10/2021).

BPN menargetkan sertifikasi untuk PWNU dan PW Muhammadiyah Jatim tuntas 2023.

Sebelumnya BPN Jatim juga menargetkan sertifikasi aset milik pemerintah kota dan kabupaten di Jatim juga tuntas 2023.

Terobosan Kanwil BPN Jatim tersebut langsung menghadirkan Ketua PWNU Jatim Marzuki Mustamar dan Ketua Pengurus Wilayah Muhammadiyah Jatim KH Saad Ibrahim. Keduanya hadir bersama jajaran pengurus organisasi keagamaan.

Sementara Kanwil BPN Jatim juga menghadirkan jajaran Kantor BPN di kabupaten dan kota.

Sebab di mata organisasi keagamaan itu, mengurus sertifikat tanah identik dengan lama. Namun kini BPN Jatim membuktikan bahwa semua bisa dipercepat. 

Selama ini banyak tanah wakaf dari warga untuk kedua organisasi keagamaan itu. Bisa sampai puluhan ribu aset.

Keperuntukannya mulai dari musala, masjid, pondok pesantren, tempat pendidikan, sampai panti asuhan. Di antara tanah itu banyak yang belum bersertifikat. Jumlahnya ribuan. 

"Cukup surat pernyataan penguasaan fisik atas tanah dari pengurus NU atau Muhammadiyah  setempat. Juga surat yang menyatakan bahwa tanah tidak dalam sengketa," tandas Jonahar.

Ketua PWNU Marzuki Mustamar mengapresiasi langkah maju BPN Jatim.

"Namun kami minta ada petugas BPN khusus di setiap kabupaten kota untuk mengawal percepatan sertifikasi ini," kata Marzuki.

Hal yang sama disampaikan Ketua PW Muhammadiyah Jatim Saad Ibrahim.

"Kami menyambut baik atas inisiasi dan akselerasi BPN Jatim. Apalagi kami punya banyak aset yang kami dapatkan dari beli. Bisa untuk kampus dan rumah sakit dan kepentingan yang lainnya," kata Saad. 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved