Breaking News:

Berita Tulungagung

Kembali Bergairah, Permintaan Benih Ikan Patin Tulungagung Naik 50 Persen

Setelah terpuruk selama PPKM, kini pembudidaya benih ikan patin di Tulungagung kembali menggeliat.

Penulis: David Yohanes | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/David Yohanes
Pembudidaya menghitung benih ikan patin sebelum dikirim ke pembeli. 

SURYA.CO.ID, TULUNGAGUNG - Pembudidaya benih ikan patin di Tulungagung kembali menggeliat. Setelah terpuruk selama PPKM, kini mereka mulai mengalami peningkatan permintaan.

Salah satu pembudidaya benih patin, M Iskak asal Desa Bendiljati Wetan, Kecamatan Sumbergempol, mengaku jika usaha ikan patin mulai bangkit.

"Permintaan ikan patin untuk konsumsi mulai meningkat. Dampaknya pada permintaan bibit patin yang ikut meningkat," terang Etak, panggilan akrabnya, Senin (4/10/2021).

Etak mengungkapkan, saat masa pandemi harga ikan patin anjlok tajam.

Akibatnya banyak pemilik kolam yang beralih ke ikan hias.

Saat itu harga bibit patin juga turun drastis hingga Rp 100 per ekor dari tingkat pemijah dari Bogor.

"Harga 100 itu dari Bogor sana. Kami menjual di sini Rp 120 per ekor," sambungnya.

Kini patin ukuran kecil dari pemijah sudah dihargai Rp 130 per ekor.

Etak membesarkan benih ini hingga ukuran sekitar baterai kecil A3 dan dijual Rp 300 per ekor.

Permintaan pun naik sejak dua bulan lalu sebesar 50 persen.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved