Breaking News:

Berita Sidoarjo

Jadi Garda Terdepan Vaksinasi Covid-19 di Sidorajo, Nakes di Puskesmas Dapat Insentif Rp 500 Juta

"Setelah melalui serangkaian pembahasan, akhirnya muncul angka Rp 500 juta tersebut," ungkap politisi PAN tersebut.

Penulis: M Taufik | Editor: Deddy Humana
surya/m taufik
Anggota Banggar DPRD Sidoarjo, Bangun Winarso. 

SURYA.CO.ID, SIDOARJO - Kabar gembira bagi tenaga kesehatan (nakes) yang bertugas di puskesmas. Karena Pemkab Sidoarjo telah resmi mengalokasikan dana sebesar Rp 500 juta untuk insentif para nakes di puskesmas dalam APBD Perubahan (P-APBD) 2021 yang digedok beberapa hari lalu.

Alokasi dana itu masuk dalam pos anggaran di Dinas Kesehatan (Dinkes) Sidoarjo, bukan melalui alokasi anggaran untuk panitia atau tim penanganan Covid-19 Sidoarjo.

"Sudah masuk dalam alokasi di P-APBD 2021, dan bisa segera direalisasikan pencairannya kepada para nakes melalui Dinkes Sidoarjo," kata anggota Banggar DPRD Sidoarjo, Bangun Winarso, Senin (4/10/2021).

Sebagaimana Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 17/2021 tentang Pengelolaan Transfer ke Daerah dan Dana Desa Tahun Anggaran 2021 dalam Rangka Mendukung Penanganan Pandemi Covid-19, pemda diharuskan menyediakan anggaran untuk insentif para nakes daerah dalam rangka vaksinasi.

"Itu ada di pasal 9 ayat 2 huruf a point 4, bahwa dari dana alokasi umum (DAU), delapan persennya yang di-refocusing adalah untuk insentif nakes daerah dalam rangka vaksinasi," jelasnya.

Sebelumnya, Pemkab Sidoarjo juga sudah melakukan refocusing anggaran untuk insentif nakes yang bersumber dari DAU. Nilai anggarannya mencapai Rp 32 miliar. Namun, alokasi anggaran itu diberikan kepada nakes yang bertugas di RSUD Sidoarjo.

"Hal ini yang menurut kami kurang pas. Karena dalam aturan tersebut sifatnya untuk nakes daerah yang terlibat vaksinasi, yang dalam hal ini garda terdepannya adalah puskesmas," kata Bangun.

Bahkan dalam daftarnya, paling atas adalah nakes puskesmas. Sementara petugas RSUD, meskipun ada, urutannya terbilang di bawah petugas puskesmas.

Melihat kondisi itu, Komisi D DPRD Sidoarjo mengeluarkan rekomendasi kepada Pemkab Sidoarjo agar mengalokasikan dana insentif untuk nakes di semua puskesmas yang ada. Akhirnya dialokasikan melalui P-APBD 2021 ini.

"Setelah melalui serangkaian pembahasan, akhirnya muncul angka Rp 500 juta tersebut," ungkap politisi PAN tersebut.

Disampaikan berulangkali, dana yang dialokasikan untuk insentif nakes di puskesmas itu berbeda dengan anggaran penanganan Covid-19. "Kalau terkait panitia penanganan Covid-19, memang ada anggarannya tetapi itu saat melakukan tracing saja. Nominalnya pun hanya Rp 200.000 yang dibagi bersama tim," tandasnya. ****

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved