Breaking News:

Lifestyle

BI Jatim Tutup FESyar 2021 Offline dengan Seruput Kopi

Gus Ipul bersama Kepala BI Jatim Budi Hanoto memperingati hari kopi dengan menggelar Seruput Kopi di area Syaria' Fair di hari terakhir FESyar 21.

Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Parmin
foto: bank indonesia
Gus Ipul bersama Kepala BI Jatim, Budi Hanoto saat memperingati hari kopi dengan menggelar Seruput Kopi di area Syaria' Fair di hari terakhir FESyar 2021 Regional Jawa, Minggu (3/10/2021).    

Saat ini, peringatan hari kopi bertujuan untuk mempromosikan kopi, menjadikan kopi sebagai komoditas unggulan yang berpeluang menjadi komoditi ekspor dunia serta menciptakan penguatan ekosistem usaha untuk meningkatkan kesejahteraan para petani kopi.

Dalam acara tersebut, Nahla Kofie sebagai perwakilan Hebitren Jatim, mendapat kesempatan memaparkan success story bisnis kopi berbasis pesantren.

Nahla Kofie merupakan coffee shop dengan konsep Communal Branding yang selaras dengan Nawa Bhakti Satya ke-7 yaitu Jawa Timur Berdaya dalam Program One Pesantren One Product (OPOP) Jatim.

"Adapun tujuan konsep ini adalah merintis pasar Coffee Shop Premium Cluster Pesantren dan masyarakat sekitar pesantren untuk pengembangan halal value chain komoditi kopi dalam rangka mendukung pengembangan ekonomi syariah," jelas Lia Zein, Owner Nahla Kofie sekaligus Workshop Coffee Brewing.

Menurutnya, sejak awal kejayaan kopi selalu beiringan dengan peradaban Islam ditandai dengan dikuasainya komoditi kopi selama 3 abad oleh bangsa arab. Bahkan sampai sekarangpun varietas kopi terbesar dunia masih menempelkan nama arab yakni Arabica.

"Terinspirasi dari kejayaan kopi terhadap peradaban islam Nahla kofie ingin mengulangnya kembali melalui home blend Java Moka (60 persen Arabica 40 persen Robusta) sebagai signature espresso based yang disajikan para barista," ungkap Lia.

Terkait nama Java Moka, Lia menceritakan, Java berarti Pulau Jawa khususnya Jawa timur yang merupakan 10 provinsi terbesar penghasil Kopi Indonesia.

Bahkan PTPN XII yang mengurus perkebunan kopi peninggalan Belanda hanya berada di Jawa Timur.

"Betapa bangganya warga Jawa Timur memiliki potensi kopi yang begitu luar biasa," ujar Lia.

Sedangkan Mokha adalah sebuah kota pelabuhan laut merah di Pantai Yaman yang merupakan satu-satunya pintu keluar perdagangan kopi dari Arab ke Eropa.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved