Berita Mjojokerto

Polisi Akhirnya Tahan Tersangka yang Nodai Siswi SMP di Dlanggu Mojokerto hingga Hamil

Penyidik Satreskrim Polres Mojokerto akhirnya menahan tersangka WN (57) karena  terlibat kejahatan asusila persetubuhan terhadap anak di bawah umur.

Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Parmin
surya.co.id/mohammad romadoni
Kantor Kejaksaan Negeri Kabupaten Mojokerto. Polres Mojokerto menagan WN tersangka penodaan siswi SMP di Dlanggu Mojokerto hingga hamil. Penahanan ini setelah berkas tersangka dinyatakan P21 oleh Kejari Mojokerto. 

SURYA.co.id | MOJOKERTO - Penyidik Satreskrim Polres Mojokerto akhirnya menahan tersangka WN (57) karena  terlibat kejahatan asusila persetubuhan terhadap anak di bawah umur.

Perbuatan warga Kecamatan Dlanggu Mojokerto menodai korban siswi SMP hingga hamil.

Kasatreskrim Polres Mojokerto, AKP Andaru Rahutomo mengatakan pihaknya menahan tersangka sekaligus penyerahan berkas P21 yang dinyatakan lengkap di Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Mojokerto pada Kamis kemarin.

”Tersangka kami tahan kini berkas sudah lengkap dalam proses tahap dua di Kejari Mojokerto," ungkapnya, (3/10/2021).

Menurut dia, tersangka WN yang terlibat kasus pencabulan terhadap anak dibawah umur kini ditahan di Mapolres Mojokerto dengan status tahanan titipan Kejari.

Sebenarnya, lanjut Andaru, selain terdangka WN ada tersangka lain yakni PJ (65) namun berkas yang bersangkutan masih belum lengkap untuk dilimpahkan ke Kejari Kabupaten Mojokerto.

Tersangka PJ diduga melakukan perbuatan pelecehan seksual terhadap korban namun tidak sampai menyetubuhi seperti yang dilakukan tersangka WN.

Kedua tersangka akan dijerat pasal berbeda yaitu tindak pidana persetubuhan terhadap anak dibawah umur dan tersangka PJ terkait pelecehan seksual.

”Kalau tersangka ini (Wuliyono) dijerat pasal persetubuhan terhadap anak dibawah umur dan tersangka satunya (Pujiono) dikenakan pasal pelecehan lantaran dia tidak menyetubuhi korban,” ucap Andaru.

Andaru mengaku tidak menahan tersangka lantaran mempertimbangkan faktor usia yang rentan terpapar Covid-19. Sebab, saat itu bersamaan lonjakan kasus Covid-19 dan kondisi Rutan penuh.

”Jadi kami mempertimbangkan usia dan kondisi kesehatan tersangka karena kondisi Rumah Tahanan (Rutan) penuh," tandasnya.

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved