Breaking News:

Berita Nganjuk

Pemkab Nganjuk Beri Perhatian Sektor Pertanian yang Berkontribusi hingga 34 Persen dalam Pembangunan

Sektor Pertanian memberikan kontribusi hingga 34 persen dalam mendukung pembangunan di Kabupaten Nganjuk.

Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: Parmin
surya.co.id/ahmad amru muiz
Caption Foto: Plt Bupati Nganjuk, H Marhaen Djumadi menanam pohon penghijauan di sekitar waduk Desa Putukrejo, Kecamatan Loceret Kabupaten Nganjuk dalam rangkan pelestarian sumber air. 

SURYA.CO.ID | NGANJUK - Sektor Pertanian memberikan kontribusi hingga 34 persen dalam mendukung pembangunan di Kabupaten Nganjuk. Hal itu menjadikan Pemerintah Daerah cukup intensif memberikan perhatian yang besar pada sektor Pertanian.

Plt Bupati Nganjuk, H Marhaen Djumadi mengatakan, melihat besarnya kontribusi sektor Pertanian tersebut pihaknya berharap adanya dukungan dari berbagai pihak yang bergerak di bidang Pertanian.

Terutama dalam upaya memecahkan setiap persoalan yang terjadi di sektor Pertanian di Kabupaten Nganjuk.

"Kami optimis apabila dukunan saling bahu membahu di sektor Pertanian terus dilakukan maka berbagai persoalan yang muncul di tingkat Petani bisa ada solusi terbaik sehingga kesejahteraan Petani bisa diwujudkan," kata Marhaen Djumadi dalam kegiatan Hari Tani dan HUT Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) ke 50 di Nganjuk, kemarin.

Untuk itu, dikatakan Marhaen Djumadi, pentingnya kolaborasi dari semua pihak untuk memajukan pertanian di Kabupaten Nganjuk sangat dibutuhkan sekarang ini.

Karena dengan adanya kolaborasi tersebut bisa menjadikan sektor Pertanian menjadi lebih kuat dan maju serta berkembang.

"Makanyha, Ayo gandeng renteng membantu Nganjuk sesuai dengan bidangnya masing-masing dalam rangka membangun Kabupaten Nganjuk menuju masyarakat yang sejahtera,” ucap Marhaen Djumadi.

Sementara Ketua KTNA Provinsi Jawa Timur, Sumrambah menegaskan, pihaknya akan berupaya mendorong dan memperkuat kelembagaan petani.

Salah satunya bermitra dengan pemerintah, baik pemerintah provinsi maupun pemerintah daerah untuk mengupayakan kewilayahan produksi, sehingga petani tidak mengalami fase penurunan harga yang seringkali merugikan petani.

"Untuk itu, kita akan dorong Perda tentang kewilayahan produksi yang sudah ada di Jawa Timur agar dijalankan dan ditindaklanjuti di Daerah," kata Sumrambah.

Disamping itu, ungkap Sumrambah, pihaknya juga berupaya bagaimana mengkomposisikan antara kebutuhan masyarakat dengan hasil produksi Petani.

Hal itu agar tidak mengalami over produksi sehingga yang selalu berdampak pasda penurunan harga hasil produksi Pertanian.

"Satu-satunya cara untuk mengatasi kondisi itu dengan menguatkan kelembagaan petani dan melakukan negosiasi dengan Pemerintah Provinsi maupun Daerah agar kewilayahan produksi ini bisa terjadi," tandas Sumrambah.

KTNA sendiri, tambah Sumrambah, selama ini menjadi penyambung lidah antara Pemerintah dengan Petani. Terutama dalam menyampaikan berbagai keluhan dan persoalan yang dihadapi Petani.

"Dan kita telah bermitra dengan pemerintah dalam rangka penataan kelembagaan, transfer knowledge, pengetahuan dan alih teknologi serta memberikan ruang informasi bagi Poktan dan Gapoktan yang merupakan bagian dari KTNA," tutur Sumrambah.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved