Breaking News:

Berita Surabaya

Orangtua Anak Dengan Kelainan Jantung Bawaan Rajin Konsultasi dan Cari Komunitas

Memiliki anak yang berbeda dalam masalah kesehatan dan membutuhkan perawatan khusus tentunya menyita psikis orangtua.

Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: irwan sy
sulvi sofiana/surya.co.id
Webinar 'Pentingnya Dukungan Nutrisi Tepat untuk Optimalkan Tumbuh Kembang Anak dengan Kelainan Jantung Bawaan' yang digelar Danone Specialized Nutrition Indonesia. 

SURYA.co.id | SURABAYA – Memiliki anak yang berbeda dalam masalah kesehatan dan membutuhkan perawatan khusus tentunya menyita psikis orangtua.

Sama halnya dengan para orang tua anak dengan kelainan jantung bawaan.

Perwakilan dari Komunitas Keluarga Kelainan Jantung Bawaan (KKJB) yang turut hadir dalam dalam Webinar 'Pentingnya Dukungan Nutrisi Tepat untuk Optimalkan Tumbuh Kembang Anak dengan Kelainan Jantung Bawaan' yang digelar Danone Specialized Nutrition Indonesia juga turut berbagi kisahnya.

Yuli Lestari menceritakan pada saat lahir, anaknya menyusu terputus-putus, nafas cepat, detak jantung cepat, dan berat badannya sulit naik.

"Dari pemeriksaan fisik dan pemeriksaan tambahan, anak saya didiagnosis memiliki kelainan jantung bawaan dan harus menjalani operasi," kenangnya.

Menyadari kondisi anak yang memerlukan perhatian ekstra, saya rajin berkonsultasi dengan dokter spesialis jantung anak dan dokter gizi untuk mengejar tumbuh kembang anak.

Salah satu yang ditekankan oleh dokter adalah memastikan kebutuhan nutrisi anak tercukupi.

Gangguan gizi pada anak dengan KJB dapat menyebabkan anak sering sakit karena daya tahan tubuh menurun dan berpengaruh terhadap keberhasilan operasi jantung di kemudian hari.

"Oleh karena itu, saya giat mengejar status gizi baik anak saya sejak awal mengetahui bahwa anak saya mengalami penyakit jantung bawaan," urainya.

Sedangkan perwakilan dari Komunitas Little Heart, Agustina Kurniari Kusuma menceritakan tentang harapannya agar anak-anak dengan KJB dapat tumbuh sehat dan optimal.

“Sebagai orangtua, saya harus mengoptimalkan tumbuh kembang anak apapun tantangannya. Setelah mengetahui anak memiliki KJB, saya bergabung dengan komunitas Little Heart untuk mendapatkan informasi sekaligus support system dari sesama pejuang tumbuh kembang anak dengan KJB,”urainya.

Menurutnya, jika membayangkan harus menghadapi sendiri ia mungkin akan menyerah dan lebih banyak stress menghadapi kondisi anak yang berbeda dan butuh penanganan khusus.

“Di komunitas, kami saling menguatkan dan membantu satu sama lain, baik melalui dukungan moril maupun materiil bagi yang mampu. Kami menanamkan semangat kebersamaan untuk selalu mengupayakan yang terbaik untuk jantung hati kami,” lanjutnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved