Breaking News:

Berita Kediri

Dekranasda di Kota Kediri Dorong Perajin Kain Batik Pasarkan Produknya Secara Online

Dekranasda Kota Kediri memiliki beberapa program untuk terus menjaga eksistensi dan mengembangkan produk lokal kain batik Kota Kediri.

Penulis: Didik Mashudi | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Didik Mashudi
Perajin batik menyelesaikan pembuatan salah satu kain batik khas Kota Kediri. 

SURYA.CO.ID, KEDIRI - Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Kediri memiliki beberapa program untuk terus menjaga eksistensi dan mengembangkan produk lokal kain batik Kota Kediri.

Upaya itu dilakukan mulai dari memfasilitasi pameran, workshop, hingga fasilitasi digital marketing untuk mengembangkan salah satu wastra Nusantara di Kota Kediri.

Ketua Dekranasda Kota Kediri, Ferry Silviana Abdullah Abu Bakar mengatakan, tahun lalu Dekranasda Kota Kediri telah berpartisipasi pada Pameran Gelar Kriya Dekranasda Jatim.

Selain itu memberikan fasilitasi promosi di media sosial bagi perajin batik, serta bekerja sama dengan Pemprov Jatim dan Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB) Kementerian Perindustrian memberikan fasilitasi sertifikasi Batikmark gratis.

Tahun 2021 diadakan workshop Penulisan Konten Kreatif bagi usaha kriya termasuk batik dan penyelenggaraan Batik Corner di Kediri Town Square (Ketos) dalam rangka Hari Batik Nasional.

Istri Wali Kota Kediri yang akrab disapa Bunda Fey ini mengungkapkan, perajin batik di Kota Kediri masih terus eksis dan konsisten. Di era seperti sekarang Dekranasda juga mendorong perajin batik untuk memasarkan secara online.

“Dekranasda bersama Pemerintah Kota Kediri selalu support teman-teman UMKM termasuk perajin batik. Kita juga datangkan desainer nasional agar motif-motif batik di Kota Kediri ini berkembang dan up to date,” jelas Bunda Fey, Sabtu (2/10/2021).

Sedangkan wujud nyata yang telah dilakukan untuk terus mempertahankan eksistensi batik adalah mewajibkan pegawai memakai kain tradisional daerah termasuk batik.

Generasi muda juga terus didorong untuk bangga menggunakan batik, karena batik bisa dipadukan dengan berbagai gaya.

“Mudah-mudahan batik kita makin lestari dan banyak anak-anak muda mau menghargai karya-karya tangan perajin batik. Batik juga soal budaya, banyak cerita dan falsafah yang harus terus kita lestarikan. Kalau dari muda sudah diperkenalkan sampai tua bisa mencintai budayanya sendiri,” ungkapnya.

Sementara, Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar mengharapkan, peringatan Hari Batik Nasional masyarakat Kota Kediri semakin bangga untuk menggunakan produk lokal Kota Kediri salah satunya batik.

Dengan menggunakan produk batik Kota Kediri, maka permintaan akan produk batik ini terus meningkat.

“Kami Insya Allah akan memfasilitasi agar batik ini bisa terus digunakan. Seperti keseharian saya sering sekali menggunakan kain lokal Kediri. Kalau kita menggunakan maka kita akan terus membeli produk itu. Kalau kita membeli produknya, maka si perajinnya akan mendapat multiplier effect ekonominya,” harapnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved